SULSEL – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Makassar, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di jenjang Sekolah Menenga Atas ( SMA ) Negri dan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) Negri Sulawesi selatan ( Sulsel ) kian ruwet hingga kuota kursi lowong di satuan pendidikan SMA, SMK diduga dicaplok oleh Kadisdik Sulsel.
Proses seleksi telah tuntas dan hasil kelulusan telah diumumkan, namun tradisi “‘bangku kosong’ tiap tahun diduga selalu ada.
Fatalnya, saat Sistem Penerima Murid Baru (SPMB ) berlangsung , Dinas Pendidik Propinsi Sulawesi Selatan memberi kewenangan penuh kepada satuan pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan ( Cabdis ), tetapi saat akan sistem telah berjalan, muncullah istilah pengisian kuota kursi yang gagal dalam SPMB, serta-merta pengisian kuota tersebut diduga keras ‘direbut’ Sang Nakhoda Disdik Sulsel, hal itu mungkin karena ada nilai plus yang menggiurkan atau benar-benar ingin membantu kaum lemah yang membutuhkan pertolongan ?
Kondisi yang demikian sepertinya sebuah dilematisasi dan memantik pertanyaan publik maupun pihak sekolah. Pasalnya, apabila Cabang Dinas telah diberikan mandat dan kewenangan dalam pelaksanaan SPMB, mengapa proses pemenuhan kuota tetap dalam kewenangan Cabdis atau satuan pendidikan.
Transparansi dalam setiap tahapan SPMB dinilai sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan murid baru.
Keterkaitan dengan hal tersebut wartawan media ini menemui kepala dinas pendidik propinsi Sulawesi Selatan , Muhammad Iqbal Nadjamuddin dikantornya ,Senin , 13 Juli 2026 .
Namun yang bersangkutan tidak ada ditempat , kata sala seorang stafnya bahwa bapak lagi umrah di tanah suci . Sementara Sekertaris , tidak ada di ruang kerjanya . Meski demikian media ini masih memberi kesempatan untuk klarifikasi melalui hak jawab . Tim . (*)
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






