Klivetvindonesia.com– Meskipun banyak kritik ,dari masyarakat / pasien masih merasa butuh , percaya dan menghargai keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) karena sangat membantu buat keluarga pasien dari segala strata agar tidak jatuh miskin cuma gara – gara sakit .
1. Masih dipercaya dan diandalkan , “pasien mungkin mengeluh soal antrean” , rujuk , atau pelayanan . Tapi kalau mau bicara jujur kalau disuruh memilih : mau berobat pakai BPJS atau bayar sendiri dari RP 20.000.000 – RP 100 .000 .000 ( Dua Puluh Juta Rupiah Sampai Seratus Juta Rupiah ) ? “, mayoritas tetap pilih BPJS .Artinya secara fungsional , BPJS masih jadi andalan buat pasien yang kurang mampu .
2. Masih dirasa bermanfaat ,
Kritik banyak , tapi manfaatnya juga nyata. Operasi Jantung , Kemoterapi , Cuci Darah yang harganya ratusan juta jadi bisa diakses orang biasa karena dibantu oleh BPJS . Itu yang bikin pasien tidak sepenuhnya benci terhadap BPJS .
3. Ada ikatan emosional /rasa aman
” Tempat di hati” artinya BPJS sudah jadi bagian dari rasa aman masyarakat. Kayak punya payung pas musim hujan . Mungkin payungnya bocor , tapi mending ada daripada tidak sama sekali
Contoh : “Rumah Sakit mengeluh telat dibayar dari BPJS “, tapi pasien tetap merasa BPJS itu penting buat mereka . Jadi intinya kalimat itu pengakuan : BPJS belum sempurna , tapi belum bisa digantikan di mata masyarakat .
Dasar pemikiran dilihat dari dua sisi sekaligus : Sisi masalah , sama sisi fungsinya buat orang banyak , sehingga analisisnya tidak hitam putih .
Bagi pasien yang pakai BPJS jika berobat di Puskesmas atau di Rumah Sakit . Jika banyak Pasien yang datang berobat tentunya harus antri berdasarkan nomor urutan maka dengan cara yang demikian tidak berebutan ,setelah ditangani maka biayanya akan ditanggung oleh pihak BPJS .
Jadi tak perlu keluarkan biaya puluhan juta buat hal yang tak terduga. Itu yang bikin ” tempat di hati ” itu muncul .Karena di level personal BPJS sudah membantu pasien sehingga tidak jatuh ke kondisi yang lebih berat secara finansial . Logika orang bakal sama : mengeluh Iya , tapi kalau disuruh lepas rasanya tidak rela.
Oleh karena itu masyarakat / Pasien tetap bertahan dengan BPJS karena sudah merasakan manfaatnya pas berobat , jadi untuk pindah ke Ansuransi Kesehatan yang lain mungkin tidak .
Apalagi BPJS mandiri Iuran-nya masih jauh lebih ringan dibanding premi ansuransi sewasta yang covernya setara . Oleh karena itu yang “paling masuk akal yakni dijaga “. Kayanya punya ban serep mungkin tidak nyaman dipake terus , tapi butuh benaran membantu ,” itulah BPJS .
Keterkaitan dengan hal itu masyarakat / Pasien agar tetap dilayani pada saat berobat rutin karena sakit atau pun tidak jangan lupa bayar Iuran perbulan dan jangan nunggak , sebab kalau nunggak mungkin Pasien yang bersangkutan belum bisa dilayani , apalagi yang belum terdaftar pada BPJS .
Tidak Ribet
Sistem BPJS -nya sendiri tidak ribet buat daftar , ambil obat , atau berobat , yang bikin tidak enak itu oknum pelayanan- nya . Adakala orang – orang diloket , Farmasi , atau poli yang sikapnya beda – beda akibat dari itu bikin prosesnya jadi lambat.
Hal yang demikian bukan hanya satu dua pasien yang rasakan tapi banyak . Jadi masalahnya bukan di konsep gotong royong BPJS – karena kalau dihitung manfaat versus iuran , masih masuk akal . Ya , rasa dihargainya kurang .
Menghadapi hal yang kurang beres , ada Pasien yang mengingatkan petugas . Dengan cara yang paling efektif buat mengubah sikap oknum dilapangan , kalau semua Pasien diam , mereka merasa boleh saja seperti itu .
Hanya cara menegurnya dengan cara yang santun tapi jelas itu bikin pesannya sampai tanpa bikin suasana jadi tegang . Berdasarkan pantauan , banyak petugas yang sebenarnya tidak mempunyai niat cuek , cuma kebiasaan atau lagi cape. Maka mengatasi hal yang demikian harus pake kepala dingin . Itu yang bikin pengalaman pakai BPJS jadi tidak negatif buat pasien.
BPJS itu sangat membantu maka tak peduli sistemnya ribet , tidak peduli ada oknum yang sikapnya kurang enak , kalau pas butuh obat atau berobat biayanya langsung diatasi oleh BPJS , rasanya terbantunya itu yang bikin Pasien tetap bertahan dan menuturkan BPJS masih punya tempat di hati pasien.
Solusi
Hal – hal yang perlu diperhatikan oleh BPJS , satu hal saja yakni pelayananya ramah , sabar , tidak beda – bedakan , pengelaman pakai BPJS bisa berubah 180 derajat . Sistemnya udah jalan , obatnya dapat , biayanya diatasi – tinggal sentuhan manusia saja yang perlu diperbaiki .
Intinya , orang tidak masalah antri lama atau prosedurnya berbelit kalau diperlakukan dengan hormat . Itu hal kecil buat petugas , tapi buat Pasien sangat besar .
Artekel ini ditulis dalam rangka Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026.
iklan 1
iklan 2






