MAKASSAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Peristiwa tabrak lari kembali mengguncang Kota Makassar. Seorang bocah bernama Muhammad Abizar Maulana berusia 10 tahun harus menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban kecelakaan tragis di kawasan Pasar Hertasning, Sabtu malam, 9 Mei 2026. Korban ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan, mengalami luka robek di kepala, lebam di wajah, serta tubuh berlumuran darah akibat diduga ditabrak mobil yang langsung melarikan diri usai kejadian.

Warga yang menyaksikan insiden tersebut langsung mengevakuasi korban dari bawah kendaraan sebelum dilarikan ke RSUD Haji Makassar untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Hingga saat ini kondisi korban masih membutuhkan pengawasan intensif dari tim medis dan kemungkinan akan menjalani tindakan operasi lanjutan sesuai perkembangan kesehatannya.
Di tengah perjuangan melawan rasa sakit, keluarga korban justru dihadapkan pada persoalan biaya pengobatan. BPJS pasien diketahui menunggak sehingga keluarga dibebani tunggakan dan denda rawat inap dengan total mencapai sekitar Rp6,3 juta. Karena keterbatasan ekonomi, pihak keluarga akhirnya meminta agar korban dirujuk ke RSUD Daya Makassar agar biaya perawatan tidak terus bertambah.

Saat ini, pasien diketahui didampingi oleh Ketua Umum PKPM (Pendamping Kebijakan Pemerhati Masyarakat), Eka Darmawangsa. Ia berharap ada uluran tangan dari para dermawan dan masyarakat yang tergerak membantu biaya pengobatan korban. Menurutnya, kondisi keluarga korban sangat memprihatinkan karena orang tua pasien hanya bekerja sebagai pengemudi ojek online Maxim dengan penghasilan yang tidak menentu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari masyarakat maupun pihak terkait agar proses pengobatan ananda Abizar bisa terus berjalan. Saat ini keluarga sangat membutuhkan dukungan,” ujar Eka Darmawangsa saat mendampingi keluarga pasien.
Selain itu, hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga menyebut pelaku penabrakan belum menunjukkan itikad baik maupun tanggung jawab terhadap korban. Keluarga berharap aparat penegak hukum segera mengusut kasus tersebut dan menemukan pelaku tabrak lari yang menyebabkan bocah tersebut mengalami luka serius.
Kisah hidup Muhammad Abizar Maulana juga mengundang simpati publik. Sejak usia dua hari, ia telah kehilangan sang ibu dan dibesarkan oleh neneknya. Sementara sang ayah berjuang mencari nafkah sebagai ojol demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kini, di tengah kondisi kritis yang dialami Abizar, harapan besar tertuju pada kepedulian masyarakat agar bocah tersebut dapat kembali pulih dan melanjutkan masa depannya.
iklan 1
iklan 2
iklan 3






