JENEPONTO – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– 14 Agustus 2025 — Duka kembali menyelimuti Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Belum genap dua bulan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 4 Juli lalu, kini musibah kebakaran melanda Dusun Sampeang, Desa Bontotiro, Kamis pagi (14/8).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.00 WITA ini diduga dipicu korsleting listrik dari rumah milik Dg Tumpu. Api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya akibat tiupan angin kencang.
Akibat peristiwa ini, 13 rumah terdampak. Sebanyak 6 rumah ludes rata dengan tanah, di antaranya milik Dg Tiro, Dg Sirua, Jama Liwang, Dg Tumpu, Dg Caya, dan Kamaruddin Situju. Dua rumah lainnya, yakni milik Kepala Desa Bontotiro dan Dg Layu, mengalami kerusakan parah. Sementara 5 rumah di seberang jalan milik Dg Rannu, Amir Siala, Haris, Dg Nyonri, dan Situju Hamid mengalami kerusakan pada atap dan teras akibat sambaran api.
Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp 1 Miliar
Selain rumah, api juga menghanguskan dua kendaraan — sebuah mobil kijang pick-up milik Dg Sirua dan sepeda motor milik Kamaruddin Situju — tiga unit mesin motor, peralatan bengkel, serta ratusan karung gabah beras ketan. Total kerugian sementara ditaksir mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
“Waktu kebakaran saya sedang di kebun menyiram tanaman lombok. Tiba-tiba dengar teriakan ‘kebakaran! kebakaran!’. Pas pulang, rumah sudah terbakar. Untung sempat lepaskan ternak kuda, tapi 30 karung gabah beras ketan hangus semua,” tutur Dg Sirua dengan nada sedih.
Damkar Bantaeng Lebih Dulu Tiba di Lokasi
Pemadaman api dilakukan oleh dua unit mobil damkar dari Kabupaten Jeneponto yang dibantu satu unit damkar dari Kabupaten Bantaeng. Menurut salah satu petugas, seharusnya Jeneponto menurunkan tiga unit damkar, namun satu kendaraan mengalami kerusakan di perjalanan.
Warga setempat, Romo, mengaku kecewa karena damkar Bantaeng justru lebih cepat tiba di lokasi. “Api masih menyala saat damkar Bantaeng datang. Damkar Jeneponto baru tiba ketika api sudah hampir habis. Mungkin jaraknya terlalu jauh. Kami berharap nanti ada unit damkar yang disiagakan di Kecamatan Rumbia,” ujarnya.
Tanggap Darurat dari Polisi dan Pemerintah Kecamatan
Kapolsek Kelara Rumbia, IPTU Muhammad Kasim, memimpin langsung pengamanan di lokasi dan membantu warga memadamkan api dengan alat seadanya. Camat Rumbia, Abd Rajab Kr Lau, mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau seperti saat ini.
“Hal kecil seperti instalasi listrik yang bermasalah bisa memicu kebakaran besar. Mari kita selalu periksa dan waspada,” pesannya.
Korban Butuh Bantuan Mendesak
Hingga kini, para korban kebakaran di Dusun Sampeang sangat membutuhkan bantuan, baik dari pemerintah maupun pihak swasta. Musibah ini menjadi pukulan berat bagi warga yang baru saja bangkit dari bencana banjir bandang dan longsor, kini harus kembali kehilangan tempat tinggal.
iklan 1
iklan 2









