Sedetik Membaca Setitik Harapan Selamat Hari Buku Nasional 

Deskripsi gambar untuk SEO DEWAN PENGURUS PUSAT LASKAR 99 BAWAKARAENG Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ibu Aliyah Mustika Ilham Wakil Wali Kota Makassar yang ke-57 Tahun -30 Maret 2026-

 

KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com–  Ini slogan literasi .Artinya padat banget sekaligus memberi mutivasi kepada generasi muda bahwa membaca itu penting karena dibalik itu banyak manfaat yang akan didapat dari membaca .

 

Sebelum membahas tentang hari buku nasional 17 Mei , saya mengajak kepada pembaca untuk bongkar arti dari slogan yang tertulis pada judul , Sedetik Membaca Setitik Harapan agar pembaca tahu pesan yang akan disampaikan

 

1.Sedetik membaca = Cuma butuh waktu sebentar buat buka buku , baca 1 halaman , 1 paragraf , bahkan 1 kalimat .

 

2 Setitik harapan = Dari waktu sesingkat itu , muncul harapan kecil . Harapan buat masa depan , buat keluar dari masalah , buat jadi lebih pinter.

 

 

Maksud keseluruhannya : Tidak perlu tunggu punya waktu 1 – 3 jam buat baca .Cukup sedetik saja kamu mau baca , detik itu juga ada harapan baru yang kebuka . Ilmu itu masuknya setitik – setitik , tapi lama – lama jadi lautan .

 

Kenapa slogan ini nampol ?

 

1. Ngilangin alasan ” tidak ada waktu ” – Sedetik mah semua orang punya. Nunggu angkot , nunggu nasi matang , sebelum tidur.

2. Ngasih tau kekuatan buku – 1 kalimat di buku bisa mengubah cara mikir . 1 paragraf bisa buat kamu nemui solusi . 1ceritra bisa bikin kamu tidak merasa sendirian .

3. Buat yang hidup susah – Anak di pelosok , buruh capek , guru honor yang gajinya kecil. Buku jadi ” pelarian ” paling murah . Sedetik baca = sedetik lupa sama susah , sedetik ada harapan ” aku bisa kayak tokoh ini “.

Contoh gampangannya :

Anak buruh tani baca biografi Habibie. Sedetik baca kalimat ” Kalau mau terbang tinggi , belajarlah sungguh – sungguh “. Setitik harapan muncul : ” Aku juga bisa jadi insnyiur ,”.

 

Hari Buku Nasional

Awal mulanya karena merasa keprihatinan maka tahun 2002 , Menteri Pendidikan era itu , Abdul Malik Fadjar sangat prihatin sekali . Data UNESCO , minat baca orang Indonesia cuma 0,001 . Artinya dari 1000 orang , cuma 1 orang yang rajin baca .

 

Toko buku sepi, perpustakaan kosong , anak lebih suka nonton TV daripada pegang buku . Padahal Jepang , negara maju , warganya baca rata – rata 10 – 15 buku .

 

Di pilihnya tanggal 17 Mei sebagai hari buku nasional dikarenakan hari berdirinya Perpustakaan Nasional RI pada tanggal 17 Mei 1980. Jadi nyambung : pusatnya buku Indonesia lahir , ya !! Sekalian kita rayakan bukunya juga .

 

Akhirnya lewat Keputusan Mendiknas No.0167 / U / 2022 , ditetapkan : 17 Mei Hari Buku Nasional . Pertama kali dirayakan tahun 2002 .

 

Tujuan-nya yakni ada 3 target utama waktu itu :

1. Meningkatkan minat baca – Biar anak sampai orang tua suka baca lagi

2. Menumbuhkan idustri perbukuan – Penerbit , penulis , toko buku lokal biar hidup

3. Bikin budaya literasi – Bukan cuma bisa baca , tapi paham , kritis , dan nulis

4. Beda sama Hari Buku Sedunia 23 April versi UNESCO itu buat mengenangkan wafatnya Shakespeare dan Cervantes . Kalau Hari Buku Nasional 17 Mei khusus Indonesia , ngurusin Pekerjaan Rumah kita sendiri : minat baca rendah + akses buku susa di daerah. Data Perpusnas 2024 rata – rata orang Indonesia cuma baca 4 – 5 buku per tahun .

Informasi: bukan lagi bagian dari KLTV PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *