Dandim 1421/Pangkep Bangun Jembatan Garuda di Perbatasan Pangkep–Maros, Wujud Nyata Kepedulian TNI untuk Masyarakat Pelosok

Deskripsi gambar untuk SEO DEWAN PENGURUS PUSAT LASKAR 99 BAWAKARAENG Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ibu Aliyah Mustika Ilham Wakil Wali Kota Makassar yang ke-57 Tahun -30 Maret 2026-

PANGKEP- KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com.PANGKEP SULSEL – Kepedulian terhadap masyarakat pelosok kembali ditunjukkan Komandan Kodim 1421/Pangkep, Letkol CZI Bhakti Yuhandika. Meski baru sekitar lima bulan bertugas di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan sejak 29 November 2025, ia langsung menggagas pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, sebagai solusi atas kesulitan masyarakat yang selama ini harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi Sungai Kalorosingara.

Jembatan gantung tersebut dibangun di wilayah perbatasan antara Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep dengan Desa Rampe Gading, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Selama bertahun-tahun, derasnya arus Sungai Kalorosingara menjadi hambatan utama bagi aktivitas masyarakat di dua wilayah tersebut.

Kondisi sungai yang cukup dalam dan berarus deras membuat warga harus berhati-hati setiap kali menyeberang. Bahkan, tidak sedikit para orang tua yang terpaksa memikul anak-anak mereka demi bisa sampai ke sekolah dengan selamat, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.

Pemandangan itulah yang disaksikan langsung oleh Dandim 1421/Pangkep saat melakukan peninjauan wilayah. Hatinya tersentuh melihat perjuangan masyarakat yang setiap hari harus melawan derasnya arus sungai demi menjalani aktivitas pendidikan, ekonomi, dan sosial.

Berangkat dari kondisi tersebut, Letkol CZI Bhakti Yuhandika kemudian memikirkan solusi nyata yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Ia menilai keberadaan jembatan gantung permanen menjadi kebutuhan mendesak agar akses antarwilayah dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Dengan semangat pengabdian kepada rakyat, Dandim menggagas pembangunan “Jembatan Garuda” sebagai sarana penghubung masyarakat sekaligus simbol kepedulian TNI terhadap warga di daerah terpencil dan perbatasan.

Pada April 2026, pembangunan jembatan mulai dilaksanakan. Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Dandim 1421/Pangkep langsung mengerahkan personel Kodim untuk bersama-sama masyarakat membangun jembatan tersebut secara gotong royong.

Proses pembangunan dilakukan penuh semangat kebersamaan. Anggota TNI bersama warga bahu-membahu mengangkat material, menyiapkan pondasi, hingga mengerjakan konstruksi jembatan di tengah medan yang cukup berat dan menantang.

Kehadiran pembangunan Jembatan Garuda pun membawa harapan baru bagi masyarakat. Warga merasa perjuangan panjang mereka selama ini akhirnya mendapatkan perhatian nyata dari pemerintah dan aparat TNI.

Kepala Desa Tompobulu, Abd Kadir, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Dandim 1421/Pangkep atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat desa.

Menurutnya, selama bertahun-tahun masyarakat harus hidup dengan risiko besar saat menyeberangi sungai, terutama anak-anak sekolah dan para petani yang setiap hari melintasi aliran Sungai Kalorosingara untuk beraktivitas.

Ia mengaku sangat terharu karena impian masyarakat untuk memiliki akses penyeberangan yang aman akhirnya dapat terwujud. Kehadiran jembatan tersebut diyakini akan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya masyarakat Desa Tompobulu, warga Desa Rampe Gading, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros juga menyambut gembira pembangunan Jembatan Garuda. Mereka menilai jembatan tersebut akan mempererat hubungan sosial dan meningkatkan aktivitas ekonomi antarwilayah.

Nantinya, Jembatan Garuda akan menjadi akses utama bagi masyarakat, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, hingga warga yang hendak mengakses layanan kesehatan dan kebutuhan pokok lainnya.

Selain sebagai sarana transportasi, keberadaan jembatan ini juga memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi. Jembatan Garuda menjadi simbol hadirnya perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat yang selama ini hidup di daerah terpencil dengan keterbatasan akses.

Masyarakat pun berharap Jembatan Garuda dapat menjadi ikon baru di wilayah perbatasan Pangkep dan Maros. Kehadirannya diyakini bukan hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi, pertanian, hingga potensi wisata desa di masa mendatang.

Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan jembatan tersebut juga mendapat apresiasi luas. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya hubungan emosional antara aparat dan rakyat dalam membangun daerah.

Bagi masyarakat, Jembatan Garuda bukan sekadar bangunan fisik semata. Jembatan ini adalah jawaban atas perjuangan panjang warga yang selama bertahun-tahun harus bertaruh nyawa demi menyeberangi derasnya Sungai Kalorosingara.

Informasi: bukan lagi bagian dari KLTV PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *