Lilin Kartini Belum Padam — Ia Hanya Berpindah Tangan Refleksi Hari Kartini 2026: Dari Laboratorium Sains hingga Panggung Perjuangan Perempuan Indonesia

Deskripsi gambar untuk SEO DEWAN PENGURUS PUSAT LASKAR 99 BAWAKARAENG Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ibu Aliyah Mustika Ilham Wakil Wali Kota Makassar yang ke-57 Tahun -30 Maret 2026-

Oleh:
Dr. Salma Samputri, M.Pd
Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Makassar
Ketua Riset dan Keilmuan Perempuan PGRI Sulawesi Selatan
Makassar, 21 April 2026

 

OPINI – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com

Hari Kartini bukan sekadar tanggal di kalender. Ia adalah pengingat bahwa sebuah nyala — yang pertama kali dinyalakan oleh Raden Ajeng Kartini di Jepara 147 tahun lalu — tidak pernah benar-benar padam. Ia hanya berpindah tangan. Dari tangan ibu-ibu yang berdoa dalam gelap, ke tangan guru-guru yang mengajar di ruang kelas tanpa jendela, ke tangan mahasiswi yang menyeberangi lautan demi sebuah gelar, hingga ke tangan Dr. Salma Samputri, M.Pd — Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar sekaligus Ketua Riset dan Keilmuan Perempuan PGRI Sulawesi Selatan — perempuan yang tumbuh dari doa almarhumah ibunya dan kini meneruskan nyala itu kepada setiap perempuan muda yang ia dampingi.
Bagi Dr. Salma, perjuangan Kartini bukan sekadar sejarah yang dibaca di buku. Ia adalah kenyataan yang ia jalani setiap hari — di dalam ruang-ruang laboratorium tempat ia mendidik mahasiswi, di dalam forum-forum riset tempat ia memperjuangkan suara perempuan di dunia ilmu pengetahuan, dan di dalam setiap kebijakan yang ia dorong melalui amanahnya di Perempuan PGRI Sulawesi Selatan. Dua peran yang melekat erat dalam dirinya — sebagai akademisi dan sebagai pejuang pemberdayaan perempuan — adalah dua sisi dari satu koin yang sama: keyakinan bahwa perempuan berdaya adalah kunci masa depan bangsa.
Kartini pergi di usia 25 tahun, terlalu muda dan terlalu cepat. Namun ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih abadi dari usianya — keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci pembebasan, dan bahwa tidak ada kegelapan yang cukup pekat untuk memadamkan tekad seorang perempuan yang memilih untuk bangkit.
Di Hari Kartini 2026 ini, satu pesan bergema dengan lantang dari ruang-ruang akademik UNM hingga ke seluruh penjuru Sulawesi Selatan dan Indonesia: lilin itu belum padam. Ia menunggu tangan berikutnya — tanganmu — untuk diteruskan ke tempat yang lebih jauh dan lebih terang dari yang pernah kita bayangkan.
Habis gelap, terbitlah terang. Dan terang itu — adalah kamu.

Informasi: bukan lagi bagian dari KLTV PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *