Klivetvindonesia.com
“Tidak ada musuh abadi , demikian juga tidak ada kawan abadi; yang ada hanyalah kepentingan abadi ,” demikian kata Lord Palmerstone, seorang negarawan Inggris .
Ucapan itu jika kita mencermati dengan dinamika kehidupan di masyarakat ungkapan itu ada kebenaran-nya karena sifatnya persahabatan semu . Ambil contoh mulai dari tingkat daerah sampai pusat . Ada individu , kelompok atau institusi yang rajin bersilaturami kepada pejabat yang akan memberi mereka jabatan atau memberi mereka proyek . Semua orang – orang itu menunjukan sikap bersahabat , ramah dengan pejabat tersebut , dan apa yang diinginkan pejabat tersebut semua dipenuhi . Pertanyaan , apakah mereka itu betul – betul bersahabat dengan pejabat itu ? Belum tentu .
Beberapa tahun kemudian , pejabat itu , tidak lagi menjabat , seorang demi seorang dari orang – orang itu mengundur diri . Sekarang kita lihat bahwa mereka bukan senang dengan pejabat itu tetapi dengan proyek .
Dinamika yang demikian sering kita jumpa di instansi – instansi , lembaga politik dan organisasi .
Pejabat itu merasa bahwa dia dicintai . Tetapi sebenarnya bukan dia yang mereka cintai , tapi jabatan-nya itu, yang dimanfaatkan orang – orang tersebut untuk mereka mendapat pekerjaan . Itulah politik , dia bersahabat kalau ada yang bisa dia dapat dan ketika tak bisa lagi didapat , mereka mengucapkan selamat tinggal .
iklan 1
iklan 2






