Era Baru Terminal Makassar: Bayar Cukup Scan QRIS! Tapi Kenapa masih ada terminal bayangan.

Oplus_16777216
MINAT PASANG IKLAN DITULISAN INI SEGARA HUBUNGI TEAM MARKETING 🤗🤗🤗 Deskripsi gambar untuk SEO

Klivetvindonesia.com-Makassar  Terminal di Kota Makassar bersiap memasuki era digital! Mulai 28 Juli 2025 mendatang, seluruh pembayaran retribusi terminal bagi penumpang, Perusahaan mobil bus (PO) AKDP maupun AKAP, serta petugas terminal akan menggunakan sistem QRIS. Dengan cukup scan QR, pengguna layanan bisa menyelesaikan transaksi tanpa uang tunai, lebih cepat, minim antrean, dan pastinya lebih transparan.

Langkah ini diambil Pemerintah Kota Makassar sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang berbasis digital, akuntabel, dan ramah masyarakat. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, SH dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, digitalisasi terminal menjadi strategi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem retribusi yang tertib dan terdokumentasi dengan baik.

Dengan diterapkannya sistem QRIS, aktivitas pembayaran retribusi di terminal akan lebih tertib dan praktis. Tidak ada lagi transaksi tunai yang rawan manipulasi atau keterlambatan, karena semuanya langsung tercatat dalam sistem.

“Kami ingin memastikan pelayanan transportasi darat di Makassar masuk ke era baru. Terminal harus menjadi tempat yang modern, transparan, dan nyaman, baik bagi penumpang maupun operator angkutan,” ujar Munafri

Langkah ini mendapat apresiasi dari Lembaga Pemantau dan Pengawasan Aparatur Negara. Shaffry S, selaku perwakilan lembaga tersebut, menilai digitalisasi retribusi adalah kemajuan penting dalam reformasi layanan publik.

Namun, ia mengingatkan bahwa masalah mendasar lain masih membayangi tata kelola terminal di Makassar, yaitu maraknya terminal bayangan.

“Kami mengapresiasi Pemkot Makassar yang sudah mendorong digitalisasi. Tapi dalam investigasi kami, masih banyak ditemukan praktik terminal bayangan di dalam kota yang justru membuat kemacetan di lorong-lorong. Ini ironis, karena di saat terminal resmi dibenahi, justru yang tidak resmi masih beroperasi bebas,” tegas Shaffry.

Ia pun mendesak agar Pemkot segera menertibkan terminal bayangan, demi mendukung sistem baru yang sudah berjalan di terminal resmi. Warga juga mengeluhkan terganggunya aktivitas harian akibat kendaraan besar yang parkir sembarangan di kawasan pemukiman.

Digitalisasi terminal menjadi momentum besar bagi Makassar untuk menata kembali wajah transportasi publik, tetapi harus diikuti dengan penegakan aturan di lapangan. Tanpa tindakan tegas terhadap terminal bayangan, sistem sebaik apapun akan tetap bocor di sisi pelaksanaan.

Terminal Makassar sedang bergerak maju. Mulai 28 Juli 2025, sistem QRIS akan menjadi pintu masuk ke era baru layanan transportasi yang digital, aman, cepat, dan transparan. Tapi pekerjaan rumah masih ada — penertiban terminal bayangan harus menjadi prioritas agar seluruh sistem bisa berjalan serempak dan adil.

Makassar butuh layanan publik yang canggih, tapi juga butuh ketegasan di lapangan.

Deskripsi gambar untuk SEO DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *