Klivetvindonesia.com-Makassar Pemerintah kota makassar akan menyalurkan program pembagian seragam sekolah jenjang SD dan SMP Negeri tahun ajaran 2025 secara gratis ke 33.000 siswa baru tingkat SD dan SMP Negeri di Makassar program ini direncanakan akan didistribusikan secara bertahap mulai pertengahan Juli 2025.
Maka dibawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, SH dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, program ini mendapat perhatian besar dan serius karena menyentuh langsung dengan kebutuhan dasar peserta didik, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Program seragam gratis ini dibiayai dari anggaran pemerintah Kota Makassar sebesar Rp11,49 miliar, dengan sistem produksi dan distribusi dilakukan bertahap mengingat jumlahnya yang cukup besar. Informasi yang diperoleh bahwa distribusi mulai dilakukan pada minggu kedua setelah tahun ajaran baru dimulai, dengan harapan seluruh siswa penerima manfaat bisa segera memperoleh seragam lengkap tanpa ada biaya tambahan dari orang tua siswa .
Sehubungan dengan hal itu pemerintah telah mengeluarkan surat edaran resmi yang menegaskan bahwa sekolah dilarang menjual seragam kepada siswa. Kebijakan ini bertujuan mencegah pungutan liar (pungli) dan memberikan kepastian kepada orang tua siswa bahwa tidak ada kewajiban membeli seragam dari pihak sekolah atau pihak lain di luar program resmi .
Menanggapi akan program tersebut , Lembaga Pemantau dan Pengawasan Aparatur Negara menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada
Pemerintah Kota Makassar atas inisiatif seragam gratis buat siswa baru. Lembaga ini berkomitmen akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan ketat terhadap pelaksanaan program tersebut agar tepat sasaran.
“Kami menyambut baik kebijakan seragam gratis tersebut. Ini adalah langkah konkret untuk meringankan beban masyarakat ( orangtua siswa ) dan memberikan akses pendidikan yang setara. Namun, kami juga menegaskan bahwa program ini akan terus kami support dan kawal ketat, agar manfaatnya dirasakan oleh anak bangsa sebagai generasi penerus ,” tegas Shaffry S dari Lembaga Pemantau dan Pengawasan Aparatur Negara.
” Keterkaitan dengan hal itu , pria yang rama ini berharap tidak boleh ada penyimpangan, ketimpangan, apalagi potensi korupsi. Pemerintah sudah hadir dengan itikad baik, maka kami akan pastikan pelaksanaannya tidak menyimpang dari tujuan awal,” tambahnya.
Pemerintah juga menegaskan bahwa masa orientasi siswa baru boleh diikuti meskipun belum memiliki seragam. Dengan demikian, anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan awal sekolah tanpa tekanan atau diskriminasi karena belum menerima seragam.
Program ini menjadi bukti konkret bahwa pemerintah daerah benar-benar hadir untuk memastikan setiap anak memiliki akses pendidikan yang layak, tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Ini juga mencerminkan komitmen Pemkot Makassar dalam membangun keadilan sosial sejak dari dunia pendidikan.
“Ini bukan hanya soal pakaian sekolah, ini adalah bentuk keadilan sosial. Kami hadir untuk melayani dan memastikan semua anak Makassar punya hak yang sama untuk belajar dengan layak,” tegas Wali Kota Munafri Arifuddin.
Mari bagikan informasi ini kepada seluruh orang tua dan wali murid di Kota Makassar. Seragam sekolah dibagikan gratis, tidak untuk dijual, dan distribusinya sudah berjalan bertahap. Jika belum menerima, harap bersabar karena semua akan kebagian sesuai jadwal. Tutup Shaffry Syamsuddin .
Penulis : Muh. Yasin/ QQ
Editor : Mustari







