Soal Dugaan Proyek Mangkrak Pada Ruas Jalan Provinsi di Matim, Begini Tanggapan Pemprov NTT

klivetvindonesia.com,Matim-Sebelumnya media ini memberitakan diduga Pengerjaan ruas jalan Provinsi segmen dua pada ruas jalan Bealaing-Mukun Mbazang hingga kini belum tuntas dikerjakan.

Pasalnya, paket pelebaran dan konstruksi pengerasan pasir batu pada titik ruas jalan tersebut hingga kini belum selesai dikerjakan.

Bacaan Lainnya

Pantauan klivetvindonesia.com pada Senin,(12/10/2020) pada ruas jalan tersebut di segmen dua,(Kampung Renden-Paling di Kecamatan Elar Selatan) belum dilakukan konstruksi pengerasan pasir batu.

Pada ruas jalan tersebut, (Kampung Renden-Paling,red) kondisinya sangat ekstrim disaat musim hujan tiba. Sehingga menyulitkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat melintasi ruas jalan itu.

Untuk diketahui, nilai proyek pengerjaan jalan provinsi segmen dua pada ruas jalan Bealaing-Mukun-Mbazang, senilai Rp 14 miliar lebih. Paketnya pelebaran dan konstruksi pengerasan pasir batu serta pasangan saluran drainase. Paket ini dikerjakan oleh PT. Agogo pada tahun 2019 lalu.

Sementara segmen satu, nilai kontraknya sebesar Rp 18 miliar oleh PT. Wijaya Graha Prima, dengan paket berupa perbaikan hingga Hotmix. Untuk paket segmen satu, pengerjaanya sudah selesai.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi NTT, melalui Kepala Dinas PUPR, Maksi Nenabu yang berhasil dikonfirmasi klivetvindonesia.com pada Selasa,(13/10/2020) menyampaikan terima kasihnya kepada media yang telah memberi informasi terkait soal ini.

“Terima kasih atas informasinya”, kata Kadis Maksi.

Menurutnya, di segmen yang ditulis oleh teman-teman media hanya ada pekerjaan galian tebing,(Renden-Paling,red).

“Item pengerjaan pengerasan GO 10 km ada di Desa bagian Mamba 5 km dan di lokasi segmen perbatasan 5 km”, ujarnya.

“Ada pengerjaan Aspal 2 km di star awal”, tutupnya menambahkan.

Sementara itu, Penjabat Pembuat Komitmen,(PPK) Provinsi Jeri Leha mengatakan, Seperti yang telah disampaikan oleh Pimpinan Kami, bahwa segmen Renden-Paling akan diprogramkan secara bertahap pada tahun 2021.

“Segmen Renden-Paling akan di Programkan secara bertahap pada tahun 2021”, pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Romanus Ndau Lendong, Putra Asli Elar Selatan saat diwawancarai media ini pada Senin,(12/10/2020) di Wukir mengatakan, pastikan ruas jalan ini lebih khusus pengerasan sebelum musim hujan lebat tiba harus sudah selesai.

“Pemprov NTT jangan melimpahkan penderitaan untuk warga Elar Selatan jika ruas jalan ini tak tuntas dikerjakan. Apalagi pengerjaan ruas jalan ini sudah terlalu lama. Masyarakat hari ini bertanya-tanya, Ini ada apa sebenarnya?”, tanya dia.

Selain itu, kata dia, soal beberapa Jembatan yang rusak dan bahkan menjadi keluhan masyarakat harus dibersekan atau diselesaikan oleh Pemerintah.

Ditanya prihal ada jalan pengerjaan jalan dari tahun 2019 oleh PT. Agogo Group yang hingga saat ini belum selesai. Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT harus menjelaskan ke masyarakat, ini ada apa sebenarnya.

“Sebuah persoalan jangan dibiarkan menggantung terlalu lama begitu. Karena itu melahirkan kecurigaan ditengah masyarakat”, imbuhnya.

Dia menambahkan, Janji Gubernur NTT untuk tuntaskan jalan provinsi mesti dituntaskan. Apalagi yang didepan mata saat ini belum selesai dikerjakan.

“Jika tidak dikerjakan, ini apa permasalahannya. Pemerintah Provinsi NTT harus menjelaskan itu kepada masyarakat”, tutupnya.

Ferdinandus Lalong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *