PANGKEP – KL-TV INDONESIA klivetvindonesia.com.BALOCCI, PANGKEP – Danramil 1421-01/Balocci, Kapten Inf Warda, bersama personel TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, personel Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, serta masyarakat terus melakukan pemantauan dan upaya pemadaman kebakaran gunung dan hutan yang terjadi di wilayah Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Senin (19/10/2026).
Upaya penanganan kebakaran tersebut dilakukan untuk mengendalikan titik api yang masih menyala, mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain, serta mengantisipasi kemungkinan api merembet ke permukiman warga. Hingga pukul 14.30 WITA, kebakaran masih menjadi perhatian tim gabungan, terutama di kawasan Tonasa I, Kelurahan Tonasa, sementara dua titik lainnya dilaporkan telah padam pada siang hari.
Danramil 1421-01/Balocci, Kapten Inf Warda, bersama unsur terkait terus mendukung pelaksanaan pemantauan dan penanganan di lapangan. Koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting dalam menghadapi kebakaran di kawasan pegunungan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, tenaga, serta kerja sama dari berbagai pihak.
Berdasarkan laporan perkembangan situasi pada Senin, 19 Oktober 2026, kebakaran sebelumnya terpantau di tiga lokasi, yakni kawasan Tonasa I, Kelurahan Tonasa; Kampung Bonto-Bonto, Kelurahan Balleangin; serta Kampung Bangkasakeang, Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
Sejak sekitar pukul 06.00 WITA, sejumlah titik api masih terlihat di kawasan pegunungan. Tim pemadam kebakaran bersama personel Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung terus melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kebakaran sekaligus mendukung langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Memasuki pukul 12.00 WITA, titik api di Kampung Bonto-Bonto, Kelurahan Balleangin, dan Kampung Bangkasakeang, Kelurahan Kassi, dilaporkan telah padam. Kondisi tersebut memungkinkan masyarakat di sekitar kedua lokasi kembali menjalankan aktivitas secara normal, meskipun pemantauan terhadap potensi munculnya kembali titik api tetap diperlukan.
Sementara itu, kawasan Tonasa I, Kelurahan Tonasa, masih membutuhkan perhatian serius. Pada pukul 14.30 WITA, tim gabungan tetap melaksanakan pemantauan dan upaya pemadaman untuk mengendalikan api yang belum sepenuhnya padam.
Kapten Inf Warda bersama unsur terkait terus mendukung upaya penanganan kebakaran agar tidak meluas dan tidak mengancam keselamatan masyarakat. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada warga, khususnya masyarakat yang tinggal berdekatan dengan kawasan pegunungan dan hutan terdampak kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, kekuatan personel yang dilibatkan terdiri atas 10 orang dari unsur TNI, dua orang personel Polri, 10 petugas pemadam kebakaran, 10 personel Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, serta sekitar 50 orang masyarakat.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan. Penanganan tidak hanya membutuhkan tenaga petugas, tetapi juga koordinasi yang baik, pemantauan berkelanjutan, dan dukungan masyarakat agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera diketahui.
Untuk menunjang upaya pemadaman, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Pangkep dikerahkan ke lokasi penanganan. Selain kendaraan pemadam, petugas juga menggunakan alat penyemprot air atau jetsuter serta peralatan manual berupa kayu dan ranting untuk membantu mengendalikan api di area yang dapat dijangkau.
Kondisi medan pegunungan dan kawasan hutan menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pemadaman. Petugas harus memperhatikan akses menuju titik api, kondisi vegetasi yang terdampak, serta potensi penyebaran api akibat keadaan lingkungan. Oleh karena itu, pemantauan dan koordinasi terus diperlukan agar upaya penanganan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel.
Pada pukul 15.00 WITA, kegiatan pemadaman dilaporkan masih berlangsung. Tim di lapangan terus berupaya mengendalikan api dengan peralatan yang tersedia, dibantu petugas pemadam kebakaran dan anggota Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Berdasarkan laporan sementara, luas kawasan gunung dan hutan yang terdampak diperkirakan kurang dari sekitar 320 hektare. Angka tersebut masih berupa perkiraan dan memerlukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan luas lahan yang benar-benar terbakar. Adapun laporan sementara menyebutkan belum terdapat kerugian material maupun korban personel akibat kejadian tersebut.
Upaya pemantauan yang dilakukan Danramil bersama unsur gabungan juga diarahkan untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak menuju wilayah permukiman. Pencegahan perlu dilakukan sejak dini karena kebakaran di kawasan pegunungan dapat berkembang dan menyebar apabila tidak segera dikendalikan.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mendekati titik api tanpa perlengkapan serta kemampuan yang memadai. Kondisi medan yang sulit dan kemungkinan asap tebal dapat membahayakan keselamatan warga, terlebih bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman dalam penanganan kebakaran.
Warga juga diharapkan tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan menggunakan api secara sembarangan. Apabila menemukan titik api baru, asap yang mencurigakan, atau kebakaran yang berpotensi mendekati rumah penduduk, masyarakat diminta segera menyampaikan informasi kepada petugas terkait agar dapat ditindaklanjuti.
Selain melindungi keselamatan warga, penanganan kebakaran ini juga penting untuk menjaga kelestarian lingkungan di Kecamatan Balocci. Kawasan hutan memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa, serta mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Sinergi antara TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, personel Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, dan masyarakat diharapkan terus terjaga hingga kondisi di seluruh lokasi benar-benar aman. Setiap perkembangan kebakaran perlu dipantau secara berkelanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api, terutama di kawasan yang sebelumnya telah dinyatakan padam.
Danramil 1421-01/Balocci, Kapten Inf Warda, bersama personel dan unsur terkait terus mendukung upaya penanganan sesuai perkembangan situasi di lapangan. Keselamatan masyarakat, perlindungan permukiman, serta upaya mengendalikan kebakaran menjadi perhatian utama dalam kegiatan pemantauan tersebut.
Hingga laporan terakhir pada Senin sore, upaya pemadaman masih berlanjut, khususnya di kawasan Tonasa I, Kelurahan Tonasa. Tim gabungan bersama masyarakat terus berupaya agar api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya.
Iklan Terbaru
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






