PANGKEP – KL-TV INDONESIA klivetvindonesia.com. PANGKEP – Babinsa bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan lanjutan dan upaya pemadaman kebakaran gunung dan hutan yang terjadi di wilayah Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Hingga Minggu (18/10/2026) sore, kebakaran masih berlangsung di tiga titik lokasi, yakni kawasan Tonasa I, Kampung Bonto-Bonto, dan Kampung Bangkasakeang. Upaya penanganan terus dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mengantisipasi kemungkinan kobaran api merambat ke kawasan permukiman masyarakat.
Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pemantauan dan penanganan kebakaran tersebut merupakan bagian dari upaya pendampingan wilayah serta kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Bersama unsur TNI-Polri, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), personel Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, dan warga setempat, Babinsa terus mendukung langkah-langkah penanganan di lapangan agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
Sejak pagi hari, sejumlah titik api masih terlihat di kawasan pegunungan. Sekitar pukul 06.00 WITA, tim pemadam kebakaran bersama personel Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran. Kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan dan kerja sama seluruh unsur karena api yang belum sepenuhnya padam berpotensi meluas ke area lain, terutama apabila kondisi vegetasi dan cuaca mendukung perambatan api.
Dalam perkembangan penanganan, sekitar pukul 12.00 WITA, titik api di Kampung Batunapara dilaporkan telah padam sehingga masyarakat setempat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal. Meski demikian, Babinsa bersama tim gabungan tetap memberikan perhatian terhadap sejumlah lokasi lain yang masih mengalami kebakaran. Pemantauan lanjutan terus dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini di lapangan serta mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Adapun tiga lokasi yang menjadi fokus pemantauan dan upaya pemadaman berada di Tonasa I, Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci, dengan koordinat sekitar -4.889349, 119.666933. Lokasi berikutnya berada di Kampung Bonto-Bonto, Kelurahan Balleangin, dengan koordinat sekitar -4.939617, 119.691955. Sementara itu, titik ketiga berada di Kampung Bangkasakeang, Kelurahan Kassi, dengan koordinat sekitar -4.875048, 119.655935.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 personel TNI, dua personel Polri, 10 petugas Damkar, 10 personel Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, serta sekitar 50 orang masyarakat turut terlibat. Seluruh unsur saling mendukung dalam pelaksanaan pemantauan, penanganan titik api, serta upaya mengurangi risiko kebakaran meluas ke kawasan yang berdekatan dengan permukiman penduduk.
Untuk mendukung proses pemadaman, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, petugas menggunakan alat penyemprot air atau jet sprayer serta peralatan manual berupa kayu dan ranting untuk membantu menangani api pada bagian yang dapat dijangkau. Penggunaan peralatan disesuaikan dengan kondisi medan, mengingat beberapa titik kebakaran berada di kawasan pegunungan dan hutan yang memiliki akses terbatas.
Babinsa bersama unsur terkait juga memberikan perhatian terhadap keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran. Langkah antisipasi dilakukan agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan pergerakan api menuju permukiman. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat koordinasi antara petugas dan masyarakat dalam menghadapi situasi kebakaran.
Berdasarkan laporan sementara, luas lahan gunung dan hutan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 310 hektare. Angka tersebut masih perlu dipastikan melalui pendataan lebih lanjut. Hingga laporan diterima, belum terdapat laporan kerugian material maupun korban personel. Meskipun demikian, upaya pemantauan dan pemadaman tetap dilanjutkan karena sejumlah titik api masih belum padam.
Hingga pukul 14.30 WITA, kegiatan pemantauan lanjutan dan upaya pemadaman masih berlangsung di tiga lokasi tersebut. Selanjutnya, pada pukul 15.00 WITA, proses pemadaman dilaporkan masih berlanjut dengan menggunakan peralatan yang tersedia serta mendapat bantuan dari tim Damkar dan personel Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan kebakaran masih memerlukan perhatian dan kerja sama berkelanjutan dari seluruh unsur yang terlibat.
Babinsa juga diharapkan terus berkoordinasi dengan aparat setempat dan masyarakat dalam memantau perkembangan situasi di wilayah binaan. Apabila ditemukan titik api baru atau kobaran api yang mendekati rumah warga, informasi tersebut perlu segera disampaikan kepada petugas agar langkah penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sesuai kondisi di lapangan.
Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diimbau agar tidak mendekati lokasi kebakaran tanpa kepentingan mendesak, menghindari aktivitas pembakaran terbuka, serta tidak membuang benda yang dapat memicu kebakaran. Warga juga diminta tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan segera melaporkan kepada aparat atau petugas pemadam apabila melihat asap maupun titik api baru.
Melalui keterlibatan Babinsa bersama TNI-Polri, Damkar, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, dan masyarakat, diharapkan penanganan kebakaran gunung dan hutan di Kecamatan Balocci dapat berjalan dengan baik. Sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting dalam upaya melindungi keselamatan masyarakat, mencegah api merambat ke permukiman, serta menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Pangkep.
Iklan Terbaru
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






