TAKALAR-KLTV INDONESIA-klivetvindonesia.com- Keterbatasan anggaran desa kembali menjadi sorotan. Kepala Desa Cikoang, Dg Johan, mengungkapkan keluhannya terkait penurunan penghasilan yang diterimanya serta merosotnya anggaran desa yang dinilai berdampak terhadap pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Keluhan tersebut disampaikan kepada awak media KLTV INDONESIA saat ditemui seusai acara Maudu Lompoa di kediaman salah satu tokoh Desa Cikoang, Sayye Lolo, S.H., yang lebih dikenal dengan sapaan Karaeng Lolo, Kabupaten Takalar, pada 10 September 2026.
Dalam perbincangan tersebut, Dg Johan, yang akrab disapa Pak Kades, menyampaikan bahwa penghasilan yang sebelumnya diterima setiap bulan sebesar Rp5 juta kini disebut hanya tersisa Rp3 juta.
Penurunan tersebut, menurutnya, menjadi salah satu persoalan yang menambah beban di tengah berbagai kebutuhan pemerintahan desa yang masih harus dipenuhi.
Infrastruktur Desa Masih Membutuhkan Perhatian
Tak hanya persoalan penghasilan, Dg Johan juga menyoroti kondisi anggaran desa yang menurutnya mengalami penurunan.
Ia mengungkapkan bahwa masih banyak prasarana desa yang membutuhkan perhatian dan sentuhan pembangunan. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa harus menghadapi tantangan dalam menentukan prioritas program.
” Saya pusing, masih banyak prasarana desa yang perlu sentuhan, tetapi anggaran yang ada belum memadai,” demikian keluhan yang disampaikan Dg Johan kepada awak media.
Pernyataan tersebut menggambarkan persoalan yang dihadapi pemerintah desa dalam menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan kemampuan keuangan yang tersedia.
Di satu sisi, masyarakat membutuhkan infrastruktur dan pelayanan yang memadai. Di sisi lain, pemerintah desa harus menyesuaikan pelaksanaan program dengan besaran anggaran yang dapat digunakan.
Penulis:ATO
Iklan Terbaru
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






