TAKALAR- KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com.Takalar – Di sebuah rumah kecil yang berdiri sederhana di Dusun Galumbaya, Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, hidup seorang perempuan bernama Hasma Dg. So’na (60). Rumah yang jauh dari kemewahan itu menjadi saksi perjalanan hidup seorang ibu yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika penglihatannya hilang secara tiba-tiba.
Hasma Dg. So’na dulunya menjalani kehidupan seperti masyarakat pada umumnya. Ia menghabiskan hari-harinya bersama keluarga, membantu pekerjaan rumah tangga, serta menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat. Namun sekitar tiga tahun yang lalu, kehidupannya berubah secara drastis. Pada suatu pagi saat terbangun dari tidurnya, Hasma merasakan sesuatu yang berbeda. Ia mencoba membuka mata, namun dunia di sekitarnya terasa gelap. Penglihatannya tiba-tiba hilang tanpa tanda-tanda sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat Hasma harus menerima kenyataan pahit bahwa kedua matanya tidak lagi dapat melihat seperti dulu. Sejak saat itu, kehidupannya berubah total. Aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan mudah kini harus dijalani dengan penuh keterbatasan. Meski demikian, Hasma berusaha tetap kuat dan sabar menjalani hari-harinya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Hasma tidak sendirian. Ia tinggal bersama suaminya, Ilyas Dg. Tiro, serta tiga orang anaknya. Dalam rumah sederhana itulah mereka saling menguatkan dan memberikan dukungan satu sama lain. Suaminya dengan penuh kesabaran membantu Hasma menjalani keseharian, sementara anak-anaknya menjadi sumber semangat bagi dirinya untuk tetap bertahan.
Kehidupan keluarga ini memang jauh dari kata berkecukupan. Namun mereka berusaha menjalani semuanya dengan penuh kesabaran dan rasa syukur. Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga ini tetap menjaga kebersamaan dan saling mendukung agar dapat melewati setiap hari dengan penuh harapan.
Suatu hari, suasana rumah Hasma terasa sedikit berbeda. Tim dari Komunitas Sedekah Sembako datang berkunjung ke kediamannya. Kedatangan mereka membawa bantuan berupa paket sembako sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga Hasma. Kehadiran para relawan tersebut bukan hanya membawa bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga membawa semangat dan harapan bagi keluarga tersebut.
Paket sembako tersebut diserahkan langsung kepada Hasma. Dengan senyum sederhana yang terpancar dari wajahnya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bagi Hasma, bantuan tersebut bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi bukti bahwa masih banyak orang yang peduli dengan kondisi yang dialaminya.
Di balik keterbatasannya, Hasma masih menyimpan harapan besar dalam hatinya. Ia berharap suatu hari ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun para dermawan yang dapat membantunya mendapatkan pengobatan atau operasi mata. Harapan itu sederhana, namun sangat berarti baginya.
Hasma hanya ingin kembali melihat dunia yang dulu begitu akrab baginya. Ia ingin melihat wajah suaminya yang setia mendampinginya, melihat senyum anak-anaknya, serta menyaksikan cahaya pagi yang selama ini hanya bisa ia rasakan tanpa dapat ia lihat lagi.
Kisah Hasma Dg. So’na menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di sekitar kita masih banyak saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian. Kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi cahaya harapan bagi mereka yang tengah berjuang menghadapi cobaan hidup.
Semoga melalui perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak, harapan Hasma untuk kembali melihat dunia suatu hari dapat terwujud. Sebab dari tangan-tangan kebaikan itulah, cahaya harapan bagi Hasma Dg. So’na bisa kembali bersinar.
iklan 1
iklan 2






