Klivetvindonesia com.PONTIANAK, Kalbar Menanggapi dinamika dan perhatian publik pasca-aksi demonstrasi di halaman Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat, sejumlah tokoh masyarakat bersama perwakilan Aliansi Masyarakat Kalbar Menggugat menggelar pertemuan klarifikasi terbuka di Rumah Betang, Pontianak, pada Jumat (28/8/2026)
Langkah ini diambil guna meluruskan duduk perkara sekaligus meredam potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat luas berkaitan dengan insiden pemotongan hewan babi yang terjadi di sela-sela aksi penyampaian aspirasi.
Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kalbar Menggugat,Endro Ronianus, menegaskan bahwa tindakan tersebut murni merupakan inisiatif spontan dari beberapa oknum anggota di lapangan dan sama sekali bukan keputusan hasil rapat ataupun bagian dari skema konsolidasi resmi aliansi.
Saya jelaskan dengan tegas: Pemotongan babi yang terjadi dilakukan secara spontan atas inisiatif beberapa anggota di lapangan. Hal ini bukan hasil keputusan rapat, bukan pula konsolidasi resmi dari Aliansi,”* ujar Endro.
Ia juga menekankan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak memiliki maksud untuk menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) maupun etnis tertentu. Mengingat aliansi ini dibangun dari berbagai elemen lintas etnis dan masyarakat, pihaknya sangat mengimbau agar insiden ini tidak disalahartikan.
Pernyataan senada disampaikan oleh Tokoh Adat Dayak, Alex Jaung Ia mengajak seluruh pihak untuk melihat persoalan ini secara jernih, jujur, dan terbuka apa adanya tanpa ada yang ditutup-tutupi agar informasi yang diterima masyarakat tidak terdistorsi.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Yohanes Nenes, S.H. menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Dayak di Kota Pontianak untuk senantiasa menjaga kebersamaan serta kerukunan.
Mari kita jaga kebersamaan ini. Jangan biarkan insiden ini menimbulkan gesekan di antara kita. Kita semua memiliki tujuan yang sama — memperjuangkan keadilan untuk rakyat Kalimantan Barat. Jangan sampai satu insiden kecil memecah persatuan kita,”* tegas Yohanes Nenes.
Melalui klarifikasi terbuka ini, para tokoh masyarakat berharap seluruh warga Kalimantan Barat tetap tenang, mengedepankan persaudaraan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah keharmonisan antar-etnis dan umat beragama di Bumi Khatulistiwa.
/Red/
Iklan Terbaru
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






