Jacob Ereste : Soto & Pindang Kerbau di Kudus Penghormatan Terhadap Sapi Sebagai Hewan Yang Suci dan Sakral Untuk Umat Hindu di Indonesia

MINAT PASANG IKLAN DITULISAN INI SEGARA HUBUNGI TEAM MARKETING 🤗🤗🤗 Deskripsi gambar untuk SEO

 

OPINIKLTV INDONESIA

klivetvindonesia.com–  Gebyar Budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh Aktivis Budaya di Majesty Grand Ballrom Hotel Griptha, Kudus, 11 Agustus 2026, akhirnya membangun semacam “Rumah Budaya” samacam tempat bernaung bersama bagi aktivis budaya di masing-masing 17 Kabupaten dan Kota se Jawa Tengah untuk mengembangkan budaya daerah menjadi fondasi budaya nasional untuk bangsa dan negara Indonesia di masa depan agar dapat bersanding dengan budaya bangsa-bangsa di dunia.

Menurut Sri Eko Sriyanto Galgendu, sebagai tokoh spiritual Indonesia percaya bahwa acara Gebyar Budaya Nusantara di Kudus ini merupakan pesamuan agung “Raja Wali” — artinya perpaduan antara Raja dan Wali yang diselenggarakan para wayah ndalem dari wilayah pesisir Utara Pulau Jawa adalah wilayah yang sungguh memilili nilai sejarah para Sunan dan Wali.

Dari pihak panitia penyelenggara acara sendiri, telah muncul ide dan gagasan untuk segeea membentuk “Rumah Budaya” yang ideal segera dibangun di semua Kabupaten dan Kota se Jawa Tengah untuk melakukan pelestarian dan pengembangan seni dan budaya daerah dengan orientasi untuk penguatan budaya nasional yang tidak sektarian sifatnya, sehingga seni dan budaya bisa menjadi model untuk pengembangan budaya di daerah lain yang tidak terbatas untuk Jawa Tengah, meski seni dan budaya sendiri serta hasil karya dari daerah yang khas daerah setempat — termasuk kerajinan serta keragaman jenis makanan — dapat iuga dijadikan keunggulan khas semacam lokal jenius yang khas dari daerah masing-masing.

Acara gebyar budaya yang menampilkan berbagai ragam tarian dalam narasi mitologi Jawa diselingi dengan acara pemberian buku Insiklopedi Sunan Kalijaga dari panitia dan Sri Eko Sriyanto Galgendu memberikan “Kitab MA HA IS MA YA” untuk para tokoh dan pejabat dari Kabupaten Kudus yang sekaligus membuka acara secara resmi dengan pemukulan gong untuk membuka acara secara resmi dengan memberi pencerahan kepada aktivis budaya yang datang dari berbagai daerah Kabupaten dan Kota se Jawa Tengah.

Kesepakatan deklarasi serta tekad untuk menjaga serta mengembangkan budaya daerah dan gerakan kesadaran serta pemahaman spiritual pun diikrarkan, bahwa upaya untuk memelihara dan mengembangkan budaya adalah wujud dari dharma bakti kepada bangsa dan negara guna membentuk katakter anak bangsa melalui budaya dam spiritual.

Usai acara Gebyar Budaya Nusanyara, Selasa malam, 11 Agustus 2026 sahabat dan kerabat GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) sempat menikmati Soto Kerbau yang khas di kota Wali, Jawa Tengah, hingga terus salaturrahmi ke kediaman Eyang RM. Bambang Soeryadhi Soeryodhoharjo di Kadilangu, Demak untuk mengilik berbagai pengalam dari sang Eyang yang telah berumur 116 tahun usianya sekarang.

Dari dialog santai bersama Eyang Kakung ini banyak mengungkap berbagai soal menjadi topik perbincangan hangat hingga menjelang tengah malam. Hingga saat kembali ke Griptha Hotel, meski sudah tengah malam, sahabat dan kerabat GMRI menyambangi Pesanggrahan Tri Utomo, seorang kawan yang giat melestarikan konstruksi dan seni arsitektitur yang khas Jawa untuk dijadikan pusat Perkumpulan Forum Lintas Agama di Kota Kudus dan sekitarnya. Pesanggrahan yang dikelola oleh seorang sahabat yang sunnguh gigih dan tekun membangun kerukunan antar umat beragama sejak puluhan tahun silam, mampu mempertemukan para tokoh agama ikut memecahkan berbagai masalah masyarakat semakin rukun dan damai hidup bersama tanpa perlu menimbulkan gesekan yang sering menyulut keresahan dan kerusuhan bisa dicegah bersama.

Toleransi untuk menjaga kerukunan hidup antar umat beragama di Kabupaten Kudus dan sekitarnya ini, juga diekspresikan dengan keyakinan atau anggapan pamali untuk menyembelih sapi seperti umumnya untuk dikonsumsi dagingnya sebagaimana biasa, sehingga Soto dan pindang daging kerbau di Kudus dan sekitarnya menjadi begitu terkenal hingga menjadi perlambang toleransi untuk tidak dipotong sebagai rasa hormat terhadap umat Hindu yang percaya bahwa sapi sebagai hewan yang suci dan sakral bagi umat Hindu di Bali dan juga umat Hindu yang ada di Indonesia.

Kudus, 11 Agustus 2026

Deskripsi gambar untuk SEO DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *