Klivetvindonesia.com Opini – Ketika seorang pemimpin mulai merasa paling benar, di situlah kepemimpinan perlahan kehilangan maknanya.
Menjadi seorang pemimpin bukan berarti harus selalu menang dalam setiap perdebatan. Bukan pula berarti semua keputusan harus mengikuti kehendak pribadi. Kepemimpinan adalah tentang kemampuan mendengar, memahami, merangkul, dan mengambil keputusan demi kepentingan bersama.
Pemimpin yang hanya ingin menang sendiri akan sulit menerima kritik. Ia cenderung melihat perbedaan pendapat sebagai ancaman, bukan sebagai masukan. Padahal, kritik yang disampaikan dengan niat membangun justru dapat menjadi cermin untuk memperbaiki kekurangan.
Jabatan adalah amanah, bukan tiket untuk mempertontonkan ego.
Seorang pemimpin yang baik tidak takut mengakui kesalahan. Ia tidak kehilangan wibawa hanya karena mau mengatakan, “Saya mungkin keliru.” Justru keberanian mengakui kesalahan menunjukkan kedewasaan dan keteguhan karakter.
Kekuasaan yang dijalankan dengan ego hanya akan menciptakan jarak. Orang-orang di sekelilingnya mungkin memilih diam, bukan karena setuju, tetapi karena merasa tidak lagi memiliki ruang untuk menyampaikan kebenaran.
Di sinilah seorang pemimpin harus mampu membedakan antara memimpin dan memaksakan kehendak. Memimpin berarti mengajak. Memaksakan kehendak berarti menuntut semua orang tunduk pada keinginan pribadi.
Pemimpin sejati tidak harus selalu berada di depan. Terkadang ia harus berdiri di tengah, mendengarkan semua pihak, kemudian berada di belakang untuk memberikan ruang kepada orang lain agar berkembang.
Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan seberapa sering ia memenangkan perdebatan, bukan seberapa banyak orang yang takut kepadanya, dan bukan pula seberapa kuat ia mempertahankan ego.
Pemimpin akan dikenang karena mampu menghadirkan keadilan, kebersamaan, dan manfaat bagi orang yang dipimpinnya.
Maka, siapa pun yang memegang amanah kepemimpinan, jangan jadikan jabatan sebagai alat untuk membuktikan bahwa diri sendiri selalu benar.
Turunkan ego, buka telinga, dengarkan kritik, dan utamakan kepentingan bersama. Karena pemimpin yang mau mendengar akan lebih dihormati daripada pemimpin yang hanya ingin didengar.
Penulis : Mustari
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






