SULSEL – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Takalar – Suasana semangat dan antusiasme mewarnai pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027 di Pondok Modern Nurul Asafa, Kabupaten Takalar. Tidak hanya menyambut para siswa baru, pesantren ini juga menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikemas melalui tradisi tahunan Hukbatul Ars sebagai langkah awal membentuk karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan para santri.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya pesantren, tata tertib, serta nilai-nilai yang menjadi fondasi pendidikan di Pondok Modern Nurul Asafa.
Kepala SMA Pondok Modern Nurul Asafa, Muhammad Safar, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa Hukbatul Ars merupakan kegiatan yang dilaksanakan sekali dalam setahun sebagai pembukaan resmi rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum proses belajar mengajar dimulai.
”Kegiatan ini menjadi awal bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus mempersiapkan diri mengikuti pendidikan di pesantren. Harapan kami, mereka tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sehingga kelak mampu kembali ke daerahnya masing-masing untuk membangun masyarakat dengan bekal ilmu yang diperoleh di sini,” ujarnya.
Menurut Muhammad Safar, Pondok Modern Nurul Asafa juga menerapkan sistem pembinaan berdasarkan daerah asal santri melalui pembentukan konsulat. Sistem tersebut bertujuan mempererat ukhuwah, meningkatkan kekompakan, serta memudahkan proses pembinaan karakter.
Untuk santri asal Kabupaten Takalar, pembinaan dibagi ke dalam tiga konsulat, yakni Takalar 1, Takalar 2, dan Takalar 3, yang mencakup sejumlah kecamatan sesuai wilayah domisili masing-masing.
”Alhamdulillah, jumlah santri asal Takalar terus bertambah. Karena itu kami membaginya ke dalam beberapa konsulat,Misalnya takalar 1 itu memuat Pattallassang dengan kelompok yang utara, takalar 2 memuat kelompok yang selatan dengan manggara’bombang, takalar 3 yang memuat galesong ke bawah, agar pembinaan lebih efektif dan kebersamaan antarsantri semakin kuat,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Modern Nurul Asafa, Ustadz Zakriadi, S.Pd.I, bersama jajaran pendidikan yang terdiri atas Kepala SMP Ustadz Mapparala, S.Pd. dan Kepala SMA Muhammad Safar, S.Pd., Gr., menegaskan komitmen pesantren untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui pembinaan akademik, keagamaan, mental, kedisiplinan, dan kepemimpinan.
Melalui pelaksanaan MPLS, para siswa baru diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan pesantren, memahami budaya belajar yang diterapkan, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap mengabdikan diri bagi agama, bangsa, dan daerah asalnya.
Penulis: Ikbal
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






