Klivetvindonesia.com Perempuan di era moderen mendapat tempat di dunia kerja pada posisi yang jauh lebih terbuka dibanding masa lalu , namun tetap menghadapi tantangan nyata, di satu sisi , peluang semakin luas ,” Ucap Nurlaela S.Pd ., M, Si , ketika diwawancara media ini berkaitan dengan Hari Ulang Tahung Kartini yang Ke 147 tahun , Selasa , 21 April 2026 .



Keterkaitan dengan itu , menjadi Kartini masa kini bukan hanya tentang bekerja , tetapi tentang :
1. Berani mengambil peluang ,
2. Terus meningkatkan kapasitas diri ,
3. Menjaga integritas dan profesionalisme , serta tetap menjunjung nilai – nilai sebagai perempuan . Perempuan masa kini adalah simbol kemandirian dan ketangguhan . Ia tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri , tetapi juga membuka jalan bagi generasi berikutnya . Jadi Perempuan di era moderen ini bukan lagi sekedar pelengkap di dunia kerja , melainkan mitra sejajar yang berperan penting dalam pembangunan dan kemajuan bangsa .
Menurut dia , kalau ingin benar – benar bersaing di dunia kerja saat ini , ” Kartini masa kini ” tidak cukup hanya bermodal semangat harus dibekali skill yang relevan dengan perkembangan zaman .
Berikut skill penting yang perlu dimiliki :
1. Kemampuan komunikasi yang efektif mampu menyampaikan ide dengan jelas , percaya diri berbicara di depan umum , serta pandai bernegosiasi dan bekerja sama .
2. Literasi digital dan teknologi menguasai penggunaan komputer , media digital , hingga memahami tren teknologi seperti AI , media sosial , dan tools kerja modern .
3. Berpikir kritis dan problem solving tidak hanya menerima informasi , tetapi mampu menganalisis , mengambil keputusan , dan menyelesaikan masalah secara bijak .
4. Adaptasi dan fleksibilitas Dunia kerja berubah cepat . Perempuan harus siap belajar hal baru, menyesuaikan diri , dan tidak takut keluar dari zona nyaman .
5. Manajemen waktu dan multitasking mampu mengatur prioritas antara pekerjaan , keluarga , dan pengembangan diri tanpa kehilangan kualitas .
6. Kepemimpinan ( leadership ) berani mengambil tanggung jawab , mampu memimpin diri sendiri maupun tim , serta memberi inspirasi bagi orang lain .
7. Kecerdasan emosional ( emotional intelligence ) . Mampu mengelola emosi , empati terhadap orang lain , dan membangun hubungan kerja yang sehat
8. Integritas dan etos kerja jujur , disiplin , bertanggung jawab , dan konsisten – ini adalah fondasi utama kepercayaan di dunia kerja .
9. Networking ( membangun relasi ) Aktif membangun koneksi profesional yang dapat membuka peluang karier dan kolaborasi . Pada akhirnya , kartini masa kini adalah perempuan yang cerdas , tangguh adaptif , dan terus belajar. Bukan hanya mampu bersaing , tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberi dampak bagi sekitarnya .
Diskriminasi
Ketika ditanya apakah masih ada diskriminasi terhadap perempuan di dunia kerja , jawab wanita yang ramah ini sepertinya masih ada , meskipun bentuknya kini sering lebih halus dan tidak selalu terlihat secara langsung .
Dibanyak tempat , peluang memang sudah lebih terbuka . Perempuan bisa berkarier , memimpin , dan berprestasi . Namun banyak praktiknya , masih kadang ditemui beberapa bentuk ketidakadilan , tapi tidak seperti dulu , misalnya :
1. Kesenjangan upah ( gender pay gap ) untuk pekerjaan dan tanggung jawab yang sama , perempuan terkadang masih menerima gaji lebih rendah dibanding laki – laki .
2. Stereotip gender
Perempuan sering dianggap kurang tegas , terlalu emosional , atau kurang cocok di posisi tertentu – padahal ini tidak selalu benar .
3. Hambatan karier ( glass ceiling ) . Ada ” batas tak terlihat ” yang membuat perempuan lebih sulit naik ke posisi pimpinan , meski kompetensinya memadai .
4. Beban ganda
Perempuan sering dihadapkan pada tuntutan untuk tetap optimal di pekerjaan sekaligus mengurus rumah tangga , yang tidak selalu dibebankan sama kepada laki – laki ,” ucapnya .
Untuk memperkuat peran perempuan di era sekarang , yang dibutuhkan bukan hanya semangat , tetapi langkah nyata yang konsisten , baik dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar .
Dengan cara :
1. Meningkatkan kualitas diri ( pendidikan dan skill ) . Terus belajar , mengasah kemampuan , dan mengikuti perkembangan zaman agar mampu bersaing dan berkontribusi .
2. Membangun kepercayaan diri berani tampil , menyampaikan pendapat , dan mengambil peran tanpa merasa ragu atau rendah diri .
3. Menguatkan kemandirian ekonomi memimiliki penghasilan atau usaha sendiri agar tidak bergantung sepenuhnya pada orang lain .
4. Aktif dalam organisasi , komunitas , atau kepemimpinan untuk memperluas peran dan pengaruh .
5. Menjaga keseimbangan peran . Mampu mengeĺola peran di keluarga dan pekerjaan secara bijak tanpa mengorbankan sala satunya .
6. Saling mendukung antara perempuan . Tidak saling menjatuhkan , tetapi saling menguatkan , berbagai peluang , dan menjadi jaringan yang positif .
7. Berani melawan diskriminasi secara bijak . Menyuarakan ketidakadilan dengan cara yang santun , profesional , dan berdasar.
Tidak sependapat kemajuan perempuan tidak boleh bersifat elitis. Perubahan yang sesungguhnya adalah ketika perempuan di semua lapisan baik atas , menengah , maupun bawah mampu bangkit , mandiri , dan berdaya bersama
Menurut dia ,bahwa sangat sependapat karena kemajuan IPTEK menjadikan perempuan lebih berdaya , mandiri , dan memiliki banyak peran .Tinggal bagaimana perempuan mampu memanfaatkan- nya secara bijak agar membawa dampak positif bagi diri , keluarga , dan masyarakat.
Harapan terbesar untuk semua perempuan hebat adalah lahirnya perempuan – perempuan yang bukan hanya sukses secara pribadi , tetapi juga memberi manfaat luas bagi sesama dan membawa kemajuan bagi bangsa ,”tutupnya .
iklan 1
iklan 2
iklan 3






