Pembangunan Peningkatan Jaringan Irigasi Tata Air Tambak Watubangga Tidak Sesuai Juknis Yang Ditetapkan RAB, Karmin Minta Tipikor Adakan Pemeriksaan

K-livetvindonesia.com Sultra.

Gubernur Lumbung Informasi Rakyat Sulawesi Tenggara (LIRA), Karmin,  menduga pembangunan peningkatan jaringan irigasi tata air tambak Watubangga tidak sesuai petunjuk teknis (juknis) yang sudah ditentukan oleh Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang di kerjakan oleh pihak CV. Arya Dwi Putera yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Balai Wilayah Sungai (BWS). Hal ini disampaikan Karmin kepada Wartawan Klivetvindonesia.com pada Rabu, 06/01/2021 saat berada di salah satu warkop kota Kendari. 

Menurut Gubernur LIRA Sultra, pembangunan peningkatan jaringan irigasi tata air tambak yang terletak di Kelurahan Wolulu, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sultra diduga tidak sesuai petunjuk teknis. Pasalnya dari 3 (Tiga) jembatan yang dibangun oleh CV. Arya Dwi Putera di mana landasannya hanya terbuat dari kayu, begitu pun dengan pagarnya.

lanjut Karmin, “Yang lebih parahnya lagi ada satu jembatan rimbalnya terbuat dari kayu tidak terbuat dari cor dan sayapnya tidak ganti menggunakan bangunan lama yang dibangun sejak tahun 2015. Selain itu,  2 (Dua) jembatan tersebut tidak memakai sayap sebagai penahan jembatan.” Ungkap Gubernur Lira lebih jauh.

Selain jembatan, sambung Karmin, “Pekerjaan peningkatan jalan Watubangga yang panjangnya kurang lebih 1000 meter diduga hanya menggunakan tanah empang yang digali kemudian ditimbun menggunakan pasir merah itu pun timbunannya sangat tipis. Diduga ketebalannya hanya kurang lebih 1 cm karena tanah timbunan masih kelihatan,” bebernya.

“Sementara untuk pembangunan plat duickernya yang panjangnya hanya berukuran kurang lebih 2,5 meter, dan lebarnya hanya 1,5 meter,” tambahnya.

Diketahui pembangunan peningkatan jaringan irigasi tata air tambak Watubangga menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Balai Wilayah Sungai dengan pagu anggaran 3.907.757.514,2,  yang dikerjakan oleh CV. Arya Dwi Putera.

“Bila kita estimasi dari anggaran tersebut dan pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. Arya Dwi Putrera, maka anggaran yang sebanyak itu diduga over atau jumlah yang cukup besar sehingga kami menduga bahwa anggaran tersebut tidak sesuai dengan pembangunan dilapangan,” jelas Karmin.

Gubernur LIRA meminta Tipikor untuk memeriksa pembangunan jaringan irigasi tersebut.

“Berdasarkan estimasi tersebut, maka kami meminta kapada institusi terkait dalam hal ini Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Direktorat Reserse Krimanal Khusus (Ditreskrimsus), Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara untuk melakukan pemeriksaan terkait pembangunan peningkatan jaringan irigasi tata air tambak Watubangga yang menelan anggaran sebanyak 3.907.757.514,27 yang dikerjakan oleh CV. Arya Dwi Putera. Karena kami duga tidak sesuai dengan pembangunannya,” pinta Gubernur LIRA Sultra.

Reporter, ferdinansyah AT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *