Kemarau Panjang Himpit Ekonomi Warga Pohuwato, Tambang Rakyat Jadi Tumpuan Nafkah

SDM PKH KOTA MAKASSAR MENGUCAPKAN SELAMAT JALAN REKAN SEPERJUANGAN IBU HJ. NURAENI, KAMI BERSAKSI BELIAU ORANG BAIK Deskripsi gambar untuk SEO

POHUWATO – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pohuwato mulai memberikan tekanan terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Terbatasnya ketersediaan air dan terganggunya aktivitas pertanian membuat sebagian warga harus mencari alternatif penghasilan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

 

Di tengah situasi tersebut, aktivitas pertambangan rakyat menjadi salah satu tumpuan ekonomi bagi sebagian masyarakat. Bagi mereka, sektor ini bukan semata-mata pilihan pekerjaan, melainkan sumber penghasilan yang diharapkan mampu menjaga keberlangsungan hidup keluarga ketika sektor pertanian tidak lagi memberikan hasil optimal.

 

Aripin, salah seorang warga Kecamatan Marisa yang berprofesi sebagai penambang, mengungkapkan bahwa persoalan utama yang kini dihadapi masyarakat bukan hanya keterbatasan bantuan sosial, tetapi juga menyangkut kepastian kesempatan untuk memperoleh penghasilan.

 

Saat berbincang dengan awak media, Aripin berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan pertambangan dari sisi penertiban, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

 

“Kami tidak terlalu berharap pada bantuan sembako atau air. Yang kami minta sederhana saja: tolong jangan tutup tempat kami mencari nafkah. Jangan sampai penertiban justru mematikan satu-satunya sumber penghasilan yang kami miliki saat ini,” ujar Aripin.

 

Ia berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat membuka ruang dialog untuk mencari solusi yang tidak mengabaikan kebutuhan ekonomi masyarakat, sekaligus tetap memperhatikan ketentuan hukum dan kelestarian lingkungan.

 

Menurutnya, pembinaan, pengawasan, serta pengaturan aktivitas pertambangan perlu menjadi bagian dari pendekatan pemerintah dalam merespons persoalan tersebut. Dengan demikian, masyarakat tetap memiliki peluang memperoleh penghasilan tanpa mengabaikan aspek keselamatan, legalitas, dan perlindungan lingkungan.

 

“Kami berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum duduk bersama mencari jalan keluar menghadapi kemarau panjang ini. Cukup kami diatur dan dibina agar tidak merusak lingkungan, tapi izinkanlah kami tetap bisa bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga,” tambahnya.

 

Harapan tersebut semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang bulan suci Ramadan. Bagi keluarga berpenghasilan tidak tetap, terhentinya sumber mata pencaharian dapat memperberat beban ekonomi, terutama ketika pilihan pekerjaan alternatif semakin terbatas.

 

Mencari Titik Temu antara Ekonomi, Hukum, dan Lingkungan

 

Persoalan ini memperlihatkan dilema yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan untuk bertahan menghadapi tekanan ekonomi akibat kemarau panjang. Namun, di sisi lain, aktivitas pertambangan tetap harus tunduk pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip perlindungan lingkungan.

 

Karena itu, pendekatan yang hanya berorientasi pada penindakan tanpa disertai solusi sosial dan ekonomi berpotensi meninggalkan persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Sebaliknya, kepentingan ekonomi juga tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan legalitas pertambangan, keselamatan kerja, maupun dampak lingkungan.

 

Pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan langkah konkret melalui dialog bersama masyarakat, pemetaan alternatif mata pencaharian, penguatan sektor pertanian saat kemarau, serta fasilitasi akses terhadap kegiatan pertambangan rakyat yang memenuhi persyaratan hukum.

 

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan yang bersifat sementara, tetapi juga kepastian kebijakan dan kesempatan kerja yang berkelanjutan.

 

Sebab, menjaga ketertiban dan kelestarian lingkungan merupakan kewajiban, tetapi memastikan masyarakat tetap memiliki kesempatan hidup layak juga menjadi tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan.

Deber27

Deskripsi gambar untuk SEO DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
dokter spesialis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *