Forkoma PMKRI Matim Gelar Pelatihan Pembuatan Ecco-Enzyme di Mondo

Deskripsi gambar untuk SEO DEWAN PENGURUS PUSAT LASKAR 99 BAWAKARAENG Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ibu Aliyah Mustika Ilham Wakil Wali Kota Makassar yang ke-57 Tahun -30 Maret 2026-

Klivetvindonesia.com Matim-Dalam rangka mempererat rasa fraternitas dalam tubuh Forkoma PMKRI Manggarai Timur kembali mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan Ecco-Enzyme.

 

Kegiatan pelatihan pembuatan Eccoenzyme yang dilaksanakan di Mondo pada Sabtu, 17 Juli 2021 dan di dampingi oleh Petrus Alexandrinus Apul lulusan ITB yang juga Mantan ketua PMKRI Bogor.

 

Dalam kesempatan itu Sandri mengatakan, bahwa Produk eco-enzyme merupakan produk ramah lingkungan yang mudah digunakan dan mudah dibuat. Pembuatan eco-enzym hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, dan sampah organic sayur dan buah. Pemanfaatan eco-enzym dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga terutama sampah organic yang komposisinya masih tinggi.

 

Lebih lanjut Ia katakan bahwa, dalam pembuatannya, eco-enzym membutuhkan container berupa wadah yang terbuat dari plastik, penggunaan bahan yang terbuat dari kaca sangat dihindari karena dapat menyebabkan wadah pecah akibat aktivitas mikroba fermentasi. Eco enzyme tidak memerlukan lahan yang luas untuk proses fermentasi seperti pada pembuatan kompos dan tidak memerlukan bak komposter dengan spesifikasi tertentu.

 

Sementara, Andreas Agas yang merupakan salah satu Alumni PMKRI Kupang kepada media ini mengatakan bahwa Forkoma PMKRI Manggarai Timur diikat oleh tiga benang merah yakni Kristianitas, intelektualitas dan Fraternitas.

 

Bentuk-bentuk pertemuan ini merupakan sebuah nilai fraternitas, dan proses pertemuan ini bukan untuk berdiskusi melainkan melakukan karya nyata, baik untuk kepentingan pribadi kita maupun untuk kepentingan masyarakat umum (bonnum comune).

 

Kegiatan hari ini Forkoma PMKRI Matim melakukan pelatihan pembuatan Ecco Enzyme dan pesertanya bukan hanya anggota Forkoma saja melainkan dengan kelompok Wanita Tani, itu artinya bahwa kita sudah mulai berkarya, tandas Bupati Matim.

 

Hal ini menunjukan bahwa Ilmu yang kita peroleh bisa diterapkan atau bisa dibagi sebagai wujud dari semboyan Pro Ecclessia Et Patria”, tutupnya.

 

Untuk diketahui kegiatan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

 

Quin Reman

PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *