MAKASSAR – KL-TV INDONESIA klivetvindonesia.com.Delapan anak buah kapal (ABK) nelayan KM Citra Mas GT 5 berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin dan terombang-ambing selama berhari-hari di perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan. Proses evakuasi berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026, setelah para nelayan memberikan tanda-tanda meminta pertolongan kepada awak kapal TB JHONI LXV (56) dan OB LIANA XXXIX (39) yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena seluruh ABK dilaporkan berada dalam kondisi lemas setelah menghadapi situasi darurat di tengah laut. Berkat adanya pertolongan dari kapal yang melintas, kedelapan nelayan itu dapat diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.
Berdasarkan laporan yang diterima, proses evakuasi berlangsung mulai sekitar pukul 07.00 WITA. Sementara itu, laporan kegiatan pertolongan tersebut disampaikan pada pukul 09.10 WITA, Minggu, 11 Oktober 2026. Lokasi kejadian berada di wilayah perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan, sesuai titik koordinat yang tercantum dalam laporan petugas.
Kapal nelayan yang mengalami gangguan tersebut diketahui bernama KM Citra Mas GT 5, dengan ciri-ciri berwarna biru dan putih muda. Kapal itu membawa delapan orang, termasuk juragan kapal bernama Rahman, yang berusia 40 tahun dan berprofesi sebagai nelayan
Berdasarkan kronologi dalam laporan, KM Citra Mas GT 5 bertolak dari Pulau Lumut-Lumut, Makassar, pada Jumat, 25 September 2026, sekitar pukul 15.00 WITA. Kapal tersebut berangkat untuk menjalankan aktivitas penangkapan ikan sebagaimana kegiatan rutin para nelayan.
Namun, ketika berada di sekitar perairan Butung-Butungan, Makassar, kapal mengalami gangguan mesin hingga tidak dapat beroperasi secara normal. Mesin yang digunakan dilaporkan bermerek Mitsubishi dengan konfigurasi empat silinder.
Akibat gangguan tersebut, kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan sebagaimana mestinya. Kondisi kapal yang mengalami mati mesin membuat para nelayan menghadapi kesulitan untuk mengendalikan dan menggerakkan kapal menuju lokasi yang aman.
Dalam laporan disebutkan, kapal tersebut terombang-ambing di laut selama berhari-hari. Situasi itu membuat para ABK berada dalam kondisi yang memerlukan pertolongan segera, terutama karena mereka tidak dapat mengandalkan mesin kapal untuk melanjutkan perjalanan.
Di tengah kondisi darurat tersebut, para ABK berupaya mencari bantuan dengan memberikan tanda-tanda pertolongan menggunakan gerakan tubuh atau gestur kepada awak kapal TB JHONI LXV (56) dan OB LIANA XXXIX (39).
Isyarat tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelamatan para nelayan yang mengalami kesulitan di tengah perairan. Awak kapal yang melihat tanda-tanda tersebut kemudian melakukan upaya pertolongan terhadap para ABK KM Citra Mas GT 5.
Dalam laporan juga disebutkan bahwa dua orang ABK dari kapal nelayan menggunakan gabus untuk merapat ke TB JHONI LXV. Upaya tersebut dilakukan dalam proses mendapatkan pertolongan di tengah kondisi kapal yang mengalami gangguan mesin.
Proses penyelamatan itu akhirnya membuahkan hasil. Seluruh ABK yang berada di KM Citra Mas GT 5 berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun seluruh nelayan dilaporkan mengalami kondisi lemas setelah menghadapi situasi darurat di laut.
Adapun delapan orang yang berada di atas KM Citra Mas GT 5 terdiri atas Rahman (40), selaku juragan kapal, serta tujuh ABK lainnya, yakni Hadid (35), Supriyadi (25), Babap (31), Hasis (31), Saleh (41), Haruding (32), dan seorang ABK yang tercantum dalam laporan dengan jumlah keseluruhan delapan orang termasuk juragan kapal.
Para nelayan tersebut dilaporkan berprofesi sebagai nelayan. Dalam laporan awal, Rahman disebut beralamat di Makassar, wilayah Ujung Pandang, sedangkan sejumlah ABK lainnya disebut berasal dari wilayah Makassar.
Setelah proses evakuasi, seluruh korban dinyatakan selamat. Meski demikian, kondisi lemas yang dialami para ABK perlu menjadi perhatian agar mereka memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan setelah mengalami keadaan darurat di tengah laut selama beberapa hari.
Peristiwa yang dialami KM Citra Mas GT 5 menjadi pengingat penting bagi para nelayan mengenai perlunya memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum berangkat melaut. Pemeriksaan mesin, ketersediaan bahan bakar, alat komunikasi, pelampung, serta sarana pemberi tanda darurat merupakan bagian penting dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan selama perjalanan.
Kondisi cuaca dan karakteristik perairan juga perlu diperhatikan oleh setiap awak kapal sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan. Persiapan yang baik dapat membantu mengurangi risiko ketika kapal mengalami kerusakan atau menghadapi situasi yang tidak diharapkan.
Selain itu, kemampuan awak kapal untuk memberikan isyarat pertolongan dan kesigapan kapal lain dalam merespons keadaan darurat turut berperan penting dalam upaya penyelamatan di laut. Dalam kejadian ini, isyarat yang diberikan para ABK menjadi jalan untuk mendapatkan pertolongan dari kapal yang melintas.
Hingga laporan ini disusun, informasi yang diterima menyebutkan bahwa seluruh ABK KM Citra Mas GT 5 berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meskipun mengalami lemas. Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pertolongan terhadap delapan nelayan ini menjadi kabar melegakan bagi para korban dan keluarga mereka. Setelah mengalami gangguan mesin dan terombang-ambing di perairan, para ABK akhirnya memperoleh bantuan yang dibutuhkan.
Peristiwa tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kepedulian dan respons cepat ketika menemukan kapal yang mengalami keadaan darurat di laut. Setiap tanda permintaan pertolongan perlu mendapat perhatian serius agar risiko terhadap keselamatan jiwa dapat diminimalkan.
Iklan Terbaru
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






