PANGKEP – KL-TV INDONESIA klivetvindonesia.com — Kepala Desa Malaka, Muhammad Albi Rusli, bersama Babinsa, aparat setempat, dan masyarakat bergerak melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Kampung Paktuppuang, Dusun 02, Desa Malaka, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (10/10/2026). Berkat kerja sama dan kepedulian berbagai pihak, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WITA setelah dilakukan penanganan di lokasi kejadian.
Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 10.00 WITA ketika api terlihat membakar lahan kosong milik warga. Peristiwa itu sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat di sekitar lokasi, terlebih kondisi cuaca yang panas berpotensi membuat api lebih mudah menjalar ke area lain apabila tidak segera ditangani. Menyikapi situasi tersebut, Babinsa bersama Kepala Desa Malaka, aparat setempat, dan masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Kepala Desa Malaka, Muhammad Albi Rusli, berada dalam rangkaian upaya penanganan bersama unsur terkait dan warga setempat. Keterlibatan pemerintah desa dalam situasi tersebut menjadi bagian dari koordinasi di lapangan untuk membantu penanganan kebakaran sekaligus menjaga keamanan lingkungan masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi salah satu unsur penting dalam upaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
Berdasarkan laporan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan milik warga bernama Sabara, Sanuddin, dan Gassing. Lokasi kejadian berada di Kampung Paktuppuang, Dusun 02, Desa Malaka, Kecamatan Tondong Tallasa. Hingga penanganan berlangsung, penyebab awal munculnya api masih belum diketahui dan masih memerlukan kepastian lebih lanjut. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi mengenai asal mula kebakaran sebelum ada informasi yang dapat dipastikan.
Dalam proses pemadaman, Babinsa bersama masyarakat berupaya mengendalikan kobaran api dengan peralatan yang tersedia. Sebanyak dua unit alat semprot punggung digunakan untuk membantu proses pemadaman. Sekitar 15 orang warga turut terlibat dalam penanganan tersebut, memperlihatkan kepedulian dan semangat kebersamaan dalam menghadapi kejadian yang berpotensi mengganggu keselamatan lingkungan.
Setelah beberapa jam dilakukan penanganan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WITA. Meski demikian, personel dan warga tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api. Langkah ini dinilai penting karena suhu udara yang panas dapat meningkatkan risiko bara api kembali menyala, terutama pada bagian lahan yang masih menyimpan sisa pembakaran.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan kurang dari lima hektare. Dalam laporan kejadian, tidak terdapat kerugian materiil lain yang tercatat dan tidak ada korban personel maupun masyarakat yang dilaporkan. Meski api telah berhasil dikendalikan, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman dan tidak menimbulkan ancaman baru bagi warga di sekitarnya.
Kebakaran tersebut juga sempat menimbulkan polusi udara akibat asap yang dihasilkan dari pembakaran lahan. Kondisi seperti ini dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama warga yang tinggal atau beraktivitas tidak jauh dari lokasi kejadian. Setelah api berhasil dipadamkan dan situasi berangsur terkendali, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya ketika cuaca sedang panas dan kondisi vegetasi atau rerumputan mengering. Warga diimbau untuk tidak membakar sampah maupun membersihkan kebun dengan cara membakar lahan secara sembarangan. Api yang awalnya terlihat kecil dapat dengan cepat membesar apabila tertiup angin atau menjalar melalui rumput dan semak yang kering.
Pemerintah desa bersama unsur kewilayahan dan masyarakat juga diharapkan terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui komunikasi, pemantauan wilayah, serta pelaporan cepat apabila ditemukan tanda-tanda kebakaran. Kecepatan menyampaikan informasi dan kesiapan masyarakat untuk bergotong royong menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko kebakaran meluas dan mencegah dampak yang lebih besar.
Kehadiran Kepala Desa Malaka Muhammad Albi Rusli bersama unsur terkait dalam penanganan kejadian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan masyarakat. Dalam kondisi darurat seperti kebakaran lahan, koordinasi dan tindakan bersama sangat dibutuhkan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat, terarah, serta tetap memperhatikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.
Berdasarkan laporan kegiatan, penanganan kebakaran dan pemantauan lokasi berlangsung hingga sekitar pukul 13.15 WITA. Kegiatan kemudian dinyatakan selesai dalam keadaan aman. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap menjadi perhatian bersama guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di area yang sebelumnya terbakar.
Melalui kejadian ini, masyarakat Desa Malaka diharapkan semakin meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan kebakaran atau sumber api yang berpotensi membahayakan permukiman serta lahan milik warga. Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam penanganan kebakaran di Kampung Paktuppuang diharapkan terus terpelihara sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan ketenteraman masyarakat.
Iklan Terbaru
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






