PANGKEP- KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com. PANGKEP- Kehadiran insan media dalam dunia pendidikan kembali memberikan warna tersendiri dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) XIII SMAN 20 Pangkep Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 24–27 September 2026, tersebut menghadirkan Ketua Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Cabang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Herman Djide, bersama KABIRO media KL-TV Indonesia Com, MUH YOPI, sebagai pemateri.

Pada Jumat, 25 September 2026, Herman Djide menyampaikan materi bertema “Literasi Media dan Komunikasi Publik”. Materi tersebut diberikan sebagai bekal kepada para siswa agar mampu menghadapi perkembangan informasi di era digital dengan sikap kritis, cerdas, dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, MUH YOPI sebagai KABIRO KL-TV Indonesia Com turut hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan generasi muda, khususnya dalam pengenalan dunia jurnalistik, media, serta pentingnya komunikasi yang baik di tengah perkembangan teknologi informasi.
Kehadiran MUH YOPI juga menjadi bagian dari upaya insan media untuk mendekatkan dunia jurnalistik dengan kalangan pelajar. Menurutnya, generasi muda saat ini merupakan kelompok yang sangat dekat dengan media sosial dan teknologi digital, sehingga pemahaman mengenai informasi menjadi hal yang sangat penting.
Perkembangan teknologi membuat siapa pun dapat memperoleh informasi dalam hitungan detik. Begitu pula dengan kemampuan menyebarkan informasi yang kini sangat mudah dilakukan melalui berbagai platform media sosial. Kondisi tersebut memberikan manfaat besar, namun sekaligus menghadirkan tantangan bagi pelajar.
Dalam pemaparannya, Herman Djide menjelaskan bahwa siswa harus memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dengan informasi yang belum terverifikasi. Setiap informasi yang diterima sebaiknya tidak langsung dipercaya, apalagi dibagikan kepada orang lain sebelum diketahui sumber dan kebenarannya.
Literasi media, lanjutnya, bukan hanya kemampuan membaca berita, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Pelajar harus mampu menjadi pengguna media yang cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat provokatif maupun menyesatkan.
Para siswa juga diperkenalkan dengan perbedaan antara fakta, opini, dan informasi. Mereka diajak memahami bahwa fakta harus didukung oleh keadaan atau data yang dapat diverifikasi, sementara opini merupakan pendapat atau pandangan seseorang terhadap suatu persoalan.
Herman juga mengingatkan para peserta agar selalu memeriksa beberapa hal sebelum menyebarkan informasi, mulai dari sumber berita, waktu kejadian, lokasi, konteks informasi, hingga kesesuaian antara judul dan isi berita.

Selain literasi media, materi komunikasi publik juga menjadi perhatian dalam kegiatan LDKS tersebut. Para siswa diberikan pemahaman mengenai bagaimana menyampaikan pendapat secara baik, berbicara di depan umum, memilih bahasa yang tepat, serta membangun komunikasi yang santun dan mudah dipahami.
Kemampuan komunikasi publik dinilai penting bagi seorang pelajar karena tidak hanya dibutuhkan ketika menjadi pemimpin organisasi. Keterampilan tersebut juga dapat digunakan dalam kegiatan belajar, diskusi kelompok, organisasi siswa, menyampaikan gagasan, hingga berinteraksi dengan guru, teman, keluarga, dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pendapat, mengikuti permainan, serta menjawab kuis sederhana yang berkaitan dengan literasi media dan komunikasi publik.
Antusiasme peserta terlihat ketika sejumlah siswa ikut menyampaikan pendapat dan berdiskusi mengenai fenomena informasi yang sering mereka temukan di media sosial. Materi yang diberikan menjadi semakin relevan dengan kehidupan sehari-hari para pelajar yang tidak terlepas dari penggunaan telepon pintar dan berbagai platform digital.

Kehadiran insan media di tengah kegiatan pendidikan juga diharapkan dapat membuka wawasan siswa bahwa media bukan sekadar tempat memperoleh informasi, tetapi memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Sebagai KABIRO KL-TV Indonesia Com, MUH YOPI turut mendorong agar para pelajar dapat mengenal dunia jurnalistik sejak dini, terutama mengenai pentingnya menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan tidak melakukan penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.

> “Pelajar bukan hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga harus cerdas menerima dan menyampaikan informasi. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya dan jangan menjadi bagian dari penyebaran hoaks,” pesannya.
Menurut Herman, seorang pemimpin muda harus memiliki keberanian untuk berbicara, tetapi keberanian tersebut harus diimbangi dengan kemampuan mendengar dan berpikir sebelum menyampaikan sesuatu kepada orang lain.
Pemimpin juga harus mampu menghargai perbedaan pendapat, tidak mudah terprovokasi, serta bertanggung jawab terhadap setiap perkataan maupun informasi yang disampaikan.
Kegiatan LDKS XIII SMAN 20 Pangkep Tahun Ajaran 2026/2027 diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta. Selain membentuk jiwa kepemimpinan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun karakter siswa agar mampu bekerja sama, berkomunikasi, menghargai sesama, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

LDKS XIII SMAN 20 Pangkep pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi menjadi langkah awal dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan sekaligus mampu menggunakan media dan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Iklan Terbaru
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






