Anak Cucu Penambang Rakyat Pohuwato Desak PT PETS Evaluasi Asset Protection Advisor, Ancam Aksi Demonstrasi

MINAT PASANG IKLAN DITULISAN INI SEGARA HUBUNGI TEAM MARKETING 🤗🤗🤗 Deskripsi gambar untuk SEO

POHUWATO – Situasi di kawasan pertambangan Kabupaten Pohuwato kembali memanas. Perwakilan Anak Cucu Penambang Rakyat Pohuwato, Yopi Y. Latif, C.ILJ., melayangkan protes keras kepada manajemen PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PT PETS) dengan mendesak perusahaan segera mengevaluasi dan memberhentikan Sukrianto Puluhulawa dari jabatannya sebagai Asset Protection Advisor.

 

Desakan tersebut disampaikan menyusul sejumlah peristiwa yang, menurut pihak penambang rakyat, telah memicu meningkatnya ketegangan antara masyarakat lingkar tambang dan pihak perusahaan, Kamis (06/08/2026).

 

Yopi menyatakan, salah satu insiden yang menjadi sorotan terjadi di wilayah Kabilasa. Ia mengklaim Sukrianto Puluhulawa diduga melontarkan tudingan bahwa masyarakat penambang lokal melakukan pencurian di area pertambangan. Menurutnya, pernyataan tersebut telah melukai perasaan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan rakyat.

 

Selain itu, pihak penambang juga menduga terjadi penahanan kendaraan milik warga oleh oknum yang bersangkutan. Tindakan tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan dan memicu kemarahan masyarakat setempat.

 

“Kami menilai tindakan-tindakan tersebut tidak hanya mencederai rasa keadilan masyarakat, tetapi juga berpotensi memperkeruh situasi keamanan di wilayah pertambangan,” ujar Yopi.

 

Menurutnya, ketegangan yang terjadi saat ini bukan merupakan peristiwa yang berdiri sendiri. Sebelumnya, masyarakat juga mempersoalkan pembongkaran fasilitas tambang tradisional (talang) milik penambang rakyat di kawasan Sungai Kaya, Desa Hulawa. Pembongkaran tersebut, kata Yopi, dilakukan tanpa proses dialog yang memadai dengan masyarakat terdampak.

 

Ia juga menyinggung adanya dugaan intimidasi verbal terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan dalam peristiwa tersebut.

 

Lebih lanjut, Yopi meminta adanya kejelasan mengenai status Sukrianto Puluhulawa yang disebutnya merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) berpangkat Kolonel, namun juga menjabat sebagai Asset Protection Advisor di perusahaan swasta.

 

“Kami meminta kejelasan mengenai status dan kewenangan yang bersangkutan. Jangan sampai terjadi tumpang tindih peran yang dapat menimbulkan persepsi bahwa atribut institusi negara digunakan untuk memberikan tekanan psikologis kepada masyarakat penambang yang mencari nafkah secara turun-temurun,” tegasnya.

 

Sebagai bentuk keseriusan tuntutan tersebut, Anak Cucu Penambang Rakyat Pohuwato telah menyampaikan ultimatum kepada manajemen PT PETS. Mereka meminta perusahaan segera mengambil langkah evaluasi terhadap Sukrianto Puluhulawa.

 

Apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons, pihak penambang menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran yang melibatkan ribuan massa. Aksi itu disebut berpotensi mengganggu aktivitas operasional pertambangan di Kabupaten Pohuwato.

 

Di sisi lain, masyarakat berharap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Pemerintah Kabupaten Pohuwato dapat segera memfasilitasi dialog antara seluruh pihak guna mencegah eskalasi konflik dan menjaga kondusivitas daerah.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PT PETS), Pani Gold Project, maupun Sukrianto Puluhulawa belum memberikan keterangan atau klarifikasi resmi terkait berbagai tudingan yang disampaikan oleh perwakilan Anak Cucu Penambang Rakyat Pohuwato. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari seluruh pihak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Deber27

Deskripsi gambar untuk SEO DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *