Klivetvindonesia.com.PONTIANAK_ — Pemadaman listrik yang terjadi berjam-jam di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya dalam beberapa waktu terakhir memicu keluhan luas dari masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku UMKM yang menggantungkan usahanya pada pasokan listrik.
Keluhan paling banyak datang dari pedagang kecil dan ibu rumah tangga yang memiliki anak bayi dan balita. Bagi UMKM, pemadaman berarti aktivitas produksi terhenti, kulkas pendingin dagangan mati, dan jam operasional terpaksa dipangkas. Sementara bagi keluarga dengan bayi, listrik padam berarti kipas dan pendingin ruangan tidak berfungsi, air sulit dipompa, dan perlengkapan bayi seperti sterilizer tidak bisa digunakan.
Salah seorang warga meluapkan kekecewaannya dengan nada geram.
“PLN ini kalau nasabahnya terlambat bayar pasti mau diputus alirannya. Jadi kalau PLN yang padam masyarakat tinggal diam,” ujarnya.
Dampak Berantai ke Ekonomi dan Rumah Tangga Pemadaman jangka panjang membuat rantai usaha mikro menjadi rapuh. Pedagang makanan, penjahit, hingga konter pulsa harus menanggung kerugian karena tidak bisa melayani pembeli. Di sisi lain, ibu rumah tangga mengaku kewalahan menjaga anak saat cuaca panas dan listrik padam.
Isu ini menyorot persoalan layanan dasar. Listrik hari ini bukan lagi sekadar kebutuhan sekunder, melainkan infrastruktur utama yang menopang ekonomi keluarga dan ketahanan rumah tangga.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PLN terkait durasi, penyebab, dan jadwal pemadaman di Pontianak dan Kubu Raya. Warga berharap ada transparansi informasi dan kompensasi bagi pelanggan yang usahanya dirugikan.
Pemerintah daerah juga didorong untuk memfasilitasi dialog dengan PLN agar ada solusi jangka pendek seperti pemberitahuan lebih awal, dan solusi jangka panjang berupa peningkatan keandalan jaringan.
Selain itu Ketua umum Lumbung Informasi Masyarakat (Limas)Syafarahman C.IJ., C.PW., C.PS., C.ILJ., Angkat bicara Ia mengatakan bahwa “pemadaman bergilir sangat merugikan berbagai kalangan, disinyalir ada permainan di tubuh PLN
Baru kali ini PLN melakukan pemadaman bergilir secara masif hingga menimbulkan sejuta tanya.
Apa fungsi SUTT, apa fungsi Pembangkit pembangkit yang dibangun dengan anggaran yang fantastis seperti di Jungkat dan Bengkayang.
Kejaksaan Agung wajib memeriksa dugaan korupsi yang terjadi di PLN karna diduga kuat pemadaman bergilir ini merupakan modus lama untuk mengkorupsi hitungan Bahan Bakar tutupnya
/Red/
iklan 1
iklan 2






