Gorontalo, 30 Juni 2026 — Cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Provinsi Gorontalo terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 271.367 tenaga kerja telah terlindungi atau setara 51,55 persen dari total potensi 540.010 tenaga kerja. Meski demikian, masih terdapat 268.643 pekerja yang belum menjadi peserta, sehingga menjadi fokus utama dalam upaya perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Komitmen memperluas cakupan kepesertaan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, dr. Suci Rachmad, dengan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Drs. Sofyan Ibrahim, M.Si., di Gorontalo, Selasa (30/6).
Dalam pertemuan tersebut, Sekda didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Gorontalo Wardoyo dan Kepala Bidang Hubungan Industrial Edwing Hulopi. Sementara dari BPJS Ketenagakerjaan turut hadir Wakil Kepala Wilayah Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan Sulawesi Maluku Minarni Lukman, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Dr. Sanco Simanullang, Kepala Cabang Pohuwato Sri Muliana, Kepala Bidang Kepesertaan Gorontalo Fajar Lanang, beserta jajaran.
Audiensi menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dalam paparannya, dr. Suci Rachmad menyampaikan terdapat empat isu strategis yang menjadi fokus penguatan kolaborasi.
Pertama, peningkatan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) melalui sinergi pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan agar semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan.
Kedua, implementasi Forum Kepatuhan sebagai wadah koordinasi lintas sektor guna meningkatkan kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Forum ini diharapkan mampu meningkatkan kepesertaan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar dr. Suci.
Ketiga, penguatan perlindungan tenaga kerja melalui program ASN Care, yakni inisiatif yang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada anggota keluarga maupun kerabat yang bekerja, khususnya mereka yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Keempat, optimalisasi pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) badan usaha untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan, terutama di sektor informal, sehingga mereka memperoleh jaminan atas risiko kecelakaan kerja maupun kematian.
Melalui sinergi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen memperkuat pelaksanaan berbagai program strategis disertai monitoring dan evaluasi secara berkala guna mempercepat peningkatan cakupan kepesertaan.
Sekda Dukung Optimalisasi UCJ
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Drs. Sofyan Ibrahim, M.Si., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pelaksanaan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan menyeluruh kepada seluruh pekerja di Gorontalo.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar cakupan kepesertaan semakin meningkat.
“Optimalisasi UCJ bukan sekadar mengejar angka capaian, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja, baik formal maupun informal. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan terus berkolaborasi agar target UCJ dapat tercapai secara maksimal,” kata Sofyan.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan terus mendorong pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan melalui berbagai program strategis, termasuk perlindungan bagi pekerja rentan yang dibiayai oleh pemerintah daerah.
Dukungan tersebut sejalan dengan capaian Provinsi Gorontalo yang saat ini berhasil masuk lima besar nasional serta menjadi provinsi terbaik di wilayah Sulawesi dalam implementasi Universal Coverage Jamsostek. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas cakupan perlindungan hingga menjadikan Gorontalo sebagai provinsi terbaik nasional dalam penyelenggaraan UCJ.
Sekda optimistis, dengan komitmen bersama seluruh pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, dan masyarakat, target mewujudkan Gorontalo sebagai provinsi terbaik nasional dalam implementasi Universal Coverage Jamsostek dapat dicapai. Deber27
iklan 1
iklan 2






