Warga Tajimalela Keluhkan Pembangunan Jalan yang Tebang Pilih: Empat Dusun Merasa Dianaktirikan

MINAT PASANG IKLAN DITULISAN INI SEGARA HUBUNGI TEAM MARKETING 🤗🤗🤗 Deskripsi gambar untuk SEO

​TAJIMALELA, Pembangunan infrastruktur jalan di Desa Tajimalela kini tengah menjadi sorotan tajam dari masyarakat setempat. Kepala Desa Tajimalela, Komarudin Akbar, dihimbau untuk mengevaluasi pemerataan pembangunan fisik, lantaran dinilai tebang pilih dan hanya memprioritaskan wilayah tertentu.
​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dari total 7 dusun yang ada di Desa Tajimalela, pembangunan jalan aspal atau beton kabarnya baru menyentuh Dusun 2, Dusun 3, dan Dusun 4. Sementara itu, empat dusun lainnya—yakni Dusun 1, Dusun 5, Dusun 6, dan Dusun 7—kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, hancur, dan dipenuhi lumpur saat musim hujan.


​Jeritan Warga di Empat Dusun
​Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap ketimpangan pembangunan ini. Ia berharap pihak pemerintah desa bisa bersikap adil agar tidak ada kecemburuan sosial antarwilayah.
​”Kami berharap pembangunan jalan di Desa Tajimalela ini merata dan tidak dipilah-pilah. Tolong ya Pak Kades Komarudin Akbar, benahi juga jalan kami yang hancur dan berlumpur ini, supaya masyarakat tidak ada yang merasa dianaktirikan atau disisihkan,” ujarnya kepada awak media.
​Inisiatif Swadaya di Area Bendungan
​Kondisi infrastruktur yang buruk juga terlihat jelas di area bendungan depan masjid. Menurut warga, area tersebut bahkan sudah harus mengalami penimbunan hingga 5 sampai 6 kali. Ironisnya, perbaikan tersebut bukan bersumber dari anggaran dana desa, melainkan dari bantuan swadaya dan sumbangan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

​Warga menyindir bahwa pejabat daerah, termasuk Gubernur, sebenarnya pernah melintasi jalur tersebut. Namun, karena menggunakan kendaraan tangguh sekelas Pajero Sport, kondisi jalan yang rusak parah tersebut diduga tidak terlalu dirasakan.
​”Sayang nya beliau naik Pajero Sport. Coba kalau naik mobil L300, pasti (jalurnya) sudah dibenahi,” seloroh warga dengan nada satir.
​Akses Penghubung Antardusun Terbengkalai
​Selain jalan lingkungan, warga juga menyoroti jalan penghubung strategis antara Dusun Talang Panjang yang mengarah ke Liman Lunik / Gontor. Hingga saat ini, jalur tersebut dilaporkan masih berupa jalan onderlagh (susunan batu) yang belum tersentuh pengaspalan lanjutan.
​Masyarakat berharap, di bawah kepemimpinan Kades Komarudin Akbar, target “Tajimalela Maju” tidak hanya menjadi slogan, melainkan diwujudkan melalui pemerataan pembangunan yang berkeadilan di seluruh dusun tanpa ada yang dikesampingkan.
​Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berusaha menghubungi Kepala Desa Tajimalela guna mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut terkait rencana tata ruang dan realisasi anggaran pembangunan jalan di desa setempat. (Iwan dani)

Deskripsi gambar untuk SEO DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
dokter spesialis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *