Pontianak – Viral pemberitaan terkait penggerebekan di salah satu tempat hiburan malam di Kota Pontianak. Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan sebanyak 14 orang yang terdiri dari 8 laki-laki dan 6 perempuan di sebuah room karaoke Win One Pontianak.
Dilansir dari Detik.com, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat melakukan penggerebekan di tempat hiburan malam Win One yang berada di Jalan Budi Karya, Pontianak Selatan, pada Jumat dini hari (23/05/2026). Dari lokasi, petugas diduga menemukan narkoba di dalam room karaoke tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua DPD Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Kalimantan Barat, Syafarahman C.IJ., C.PW., C.PS., C.ILJ, angkat bicara melalui pesan singkat WhatsApp.
Ia menegaskan bahwa apabila terbukti kuat adanya aktivitas pesta narkoba di tempat hiburan malam tersebut, maka pemerintah diminta segera melakukan pembekuan hingga pencabutan izin operasional secara permanen.
“Jika terbukti kuat adanya pesta narkoba di tempat hiburan malam yang dimaksud, maka sewajibnya pemerintah melakukan pembekuan izin agar tidak terjadi lagi pesta narkoba di waktu-waktu mendatang,” tegasnya.
Menurutnya, aparat penegak hukum, khususnya Polda Kalbar, harus bertindak tegas terhadap segala bentuk peredaran narkoba yang dinilai dapat merusak generasi bangsa.
“Saatnya Polda Kalbar tidak main-main dengan peredaran narkoba, karena narkoba bukan hanya merusak diri pribadi, melainkan merusak banyak manusia dan menghancurkan generasi bangsa,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terancam apabila peredaran narkoba tidak diberantas secara serius.
“Jika dibiarkan, mau jadi apa bangsa kita ke depan? Apakah Indonesia Emas 2045 berubah menjadi Generasi Indonesia Narkoba 2045?” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Syafarahman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba, termasuk dengan menutup tempat-tempat hiburan malam yang terindikasi menjadi lokasi transaksi maupun pesta narkoba.
“Saatnya kita perang melawan narkoba dimulai dari menutup semua lini, termasuk tempat-tempat hiburan malam yang terdeteksi ada kegiatan baik transaksi maupun pesta narkoba,” tutupnya.
Syafarahman C.IJ., C.PW., C.PS., C.ILJ
Ketua DPD Pasukan Adat Nusantara Indonesia
Provinsi Kalimantan Barat
iklan 1
iklan 2






