Ketua Umum AWMI Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Kerukunan di Yogyakarta

Deskripsi gambar untuk SEO DEWAN PENGURUS PUSAT LASKAR 99 BAWAKARAENG Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ibu Aliyah Mustika Ilham Wakil Wali Kota Makassar yang ke-57 Tahun -30 Maret 2026-

YOGYAKARTA – Insiden penghentian kegiatan ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Panggungharjo, Sewon, Bantul, yang terjadi pada Minggu (24/5/2026), menjadi perhatian berbagai pihak. Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan sekelompok massa mendatangi lokasi ibadah dengan alasan persoalan perizinan.

Menanggapi situasi itu, Ketua Asosiasi World Muaythai Indonesia (AWMI) sekaligus Dewan Pembina Pemuda Batak Bersatu (PBB), Dewanto P. Siregar, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga toleransi, kerukunan, dan kondusivitas di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dewanto menyatakan pihaknya mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bantul bersama unsur Forkopimda dalam merespons dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Kabupaten Bantul, Polres Bantul, dan Kodim dalam menjaga situasi tetap kondusif. Hak setiap warga negara untuk menjalankan ibadah dijamin oleh konstitusi, namun seluruh pihak juga perlu mematuhi aturan administrasi dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Dewanto dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Ia menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terkait prosedur administrasi pendirian rumah ibadah agar tidak memunculkan kesalahpahaman maupun gesekan sosial di kemudian hari.

Selain itu, Dewanto juga mendukung langkah aparat penegak hukum dalam menindak segala bentuk tindakan intoleransi maupun aksi main hakim sendiri.

“Tidak boleh ada ruang bagi tindakan yang melanggar hukum. Semua persoalan harus diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku,” katanya.

Menurut Dewanto, Yogyakarta selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan toleransi. Ia menilai semangat tersebut harus terus dirawat bersama, terlebih saat DIY tengah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan spiritual “Indonesian Walk for Peace” menjelang perayaan Waisak.

“Kegiatan tersebut membawa pesan perdamaian, kemanusiaan, dan kebersamaan dalam keberagaman. Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus dijaga oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, turut menegaskan bahwa perbedaan merupakan keniscayaan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Sultan, masyarakat perlu terus membangun kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.

Dewanto juga mengimbau masyarakat agar bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu konflik SARA.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga suasana tetap sejuk. Informasi yang beredar harus disikapi secara objektif dan tidak digunakan untuk memperkeruh keadaan,” tuturnya.

Ia berharap penyelesaian persoalan ini dapat dilakukan secara damai dan menghasilkan solusi yang berkeadilan bagi seluruh pihak.

“Bantul adalah rumah bersama. Mari mengedepankan dialog, saling menghormati, dan mempercayakan penyelesaian persoalan kepada aparat serta tokoh masyarakat,” pungkas Dewanto.

Informasi: bukan lagi bagian dari KLTV PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *