Klivetvindonesia.com.Kubu Raya Kalbar Rabu 13 Mei 2026,Sekolah Dasar Negeri 21 Kuala Mandor B menghadapi persoalan mendasar pada sarana prasarana dan ketersediaan guru. Sekolah yang dibangun pada 1979 ini belum pernah menerima bantuan pembangunan hingga kini, sementara jumlah rombongan belajar terus bertambah.
Kepala Sekolah Midong S,PD,i,SD 21 Kuala Mandor B menjelaskan, kondisi fisik ruang kelas sudah tidak memadai. Lantai papan banyak yang berlubang dan berpotensi membahayakan siswa. “Ini pertama kalinya ruang kelas kami mengalami kerusakan seperti ini. Sampai hari ini belum ada bantuan masuk,” ujarnya.
Ditambahkan Midong Kekurangan Guru Hadapi 10 Rombel Dari sisi tenaga pendidik, sekolah kekurangan guru secara signifikan. Saat ini terdapat 10 rombongan belajar mulai dari kelas 1A, 1B hingga 5B, tetapi guru PNS yang tersedia hanya 7 orang termasuk kepala sekolah. Guru P3K belum ada, sementara guru honorer paruh waktu baru berjumlah 3 orang.
Ketimpangan ini terjadi di tengah kebijakan moratorium pengangkatan guru honorer baru. “Untuk kenaikan kelas yang akan datang, kami harus mengatur ulang pembagian mengajar. Idealnya setiap rombel memiliki guru kelas tetap,” jelas kepala sekolah.
260 Siswa Belajar dalam Keterbatasan Total siswa yang belajar di lokasi tersebut mencapai 260 anak, terdiri dari 206 siswa SD dan 54 siswa SMP yang berada dalam satu kompleks. Jumlah ini menunjukkan beban layanan pendidikan yang cukup besar bagi sekolah negeri di wilayah tersebut.
Haji Sugiman selaku Ketua Komite mewakili masyarakat menyampaikan harapan agar pemerintah segera turun tangan. “Kami sangat membutuhkan pembangunan ruang kelas baru Serta Meja Belajar dan Kursi Belajar Karna Karna Yang Ada Sudah Pada Kropos Di Makan Rayap,Dan Diminta penambahan guru, baik P3K maupun PNS. Kasihan anak-anak kami yang belajar ingin punya lokal baru,” katanya.
Harapan ke Pemerintah Pihak sekolah dan komite berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya serta pemerintah pusat dapat memprioritaskan SD 21 Kuala Mandor B dalam program rehabilitasi sarana dan penambahan formasi guru. Kebutuhan mendesak meliputi pembangunan ruang kelas baru, perbaikan lantai, dan penambahan tenaga pendidik untuk memenuhi rasio guru-siswa yang layak.
Kondisi ini mencerminkan tantangan pemerataan pendidikan di wilayah perbatasan dan pedesaan. Tanpa intervensi, kualitas proses belajar mengajar berisiko menurun meski jumlah siswa terus meningkat.
/Red,kltv/.
iklan 1
iklan 2
iklan 3






