KISAH MENGHARUKAN DARI PELOSOK SINJAI “Demi Ilmu, Mereka Taklukkan Tebing dan Jalanan Berbatu Guru Honorer Tak Pernah Menyerah!”

Deskripsi gambar untuk SEO DEWAN PENGURUS PUSAT LASKAR 99 BAWAKARAENG Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ibu Aliyah Mustika Ilham Wakil Wali Kota Makassar yang ke-57 Tahun -30 Maret 2026-

SINJAI SULAWESI SELATAN- KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com–  Edisi 29 April 2026, Di balik lebatnya perbukitan Kabupaten Sinjai, tersembunyi sebuah sekolah yang menjadi bukti nyata bahwa semangat mencerdaskan anak bangsa tidak pernah padam oleh sulitnya medan.

Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Khaerat Brambang — begitu nama sekolah itu. Letaknya terpencil, jauh dari pemukiman warga. Untuk menjangkaunya, tidak ada jalan mulus, tidak ada kendaraan umum, tidak ada kemudahan. Yang ada hanyalah tekad.


Melewati Tebing, Berbatu, dan Licin Setiap Hari
Setiap pagi, sebelum matahari sepenuhnya tinggi, para guru dan siswa MIS Al Khaerat Brambang sudah bersiap memulai perjalanan yang bukan main beratnya.
Jalanan menuju sekolah adalah jalur terjal yang membelah tebing kadang menurun juram, kadang mendaki tajam. Bebatuan besar berserakan di sepanjang jalan. Saat musim hujan, jalanan berubah menjadi lintasan licin yang berbahaya. Tidak ada angkutan umum. Tidak ada ojek. Tidak ada pilihan selain berjalan kaki.

Namun setiap hari, para guru itu tetap datang. Setiap hari, anak-anak itu tetap hadir di kelas. Tanpa keluhan. Tanpa alasan. Hanya semangat yang tidak pernah padam.
Hanya Satu PNS, Sisanya Honorer Tapi Semangatnya Luar Biasa
Yang lebih mengharukan adalah kondisi para pendidik di sekolah ini. Dari seluruh guru yang mengajar di MIS Al Khaerat Brambang, hanya kepala sekolah yang berstatus PNS. Selebihnya adalah guru honorer — yang rela datang setiap hari melewati medan berat itu, dengan penghasilan yang tidak sebanding dengan perjuangan mereka.


Namun tidak ada keluhan yang terdengar. Tidak ada kata menyerah. Mereka terus mengajar, mendidik, dan membimbing anak-anak di pelosok Sinjai dengan sepenuh hati.
“Bukan soal gajinya, tapi soal anak-anak ini punya hak untuk belajar.”
Asesor Pun Ikut Terharu
Kisah ini akhirnya disaksikan langsung oleh Dr. Salma Samputri, S.Pd,M.Pd akrab disapa Bu Tri dosen FMIPA UNM sekaligus Asesor BAN-S/M, bersama rekannya Rosmini, S.Pd., M.Pd saat melakukan visitasi akreditasi ke sekolah ini.

Dalam perjalanan menuju sekolah, Bu Tri harus melepas sepatunya, berganti sandal jepit hingga sandal jepitnya pun dilepas karena jalanan terlalu licin. Ia melanjutkan perjalanan dengan kaki telanjang demi sampai ke sekolah.
Setibanya di sana, Bu Tri tidak kuasa menahan haru.

“Saya kagum dan bangga luar biasa. Guru-guru dan anak-anak di sini penuh semangat, tidak terlihat lelah sama sekali padahal perjalanan yang mereka tempuh setiap hari sungguh luar biasa beratnya. Mungkin fisik mereka lelah, tapi semangat mereka jauh melampaui segalanya. Merekalah pahlawan sejati pendidikan Indonesia.”Begitu ujar ibu yang Ramah ini

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Sesungguhnya
Di era modern ini, ketika banyak orang mengeluh soal sinyal internet dan jalanan macet, para guru MIS Al Khaerat Brambang justru sedang mendaki tebing demi satu tujuan mulia memastikan anak-anak di pelosok Sinjai tidak tertinggal pendidikan.
Mereka adalah wajah nyata dari pahlawan tanpa tanda jasa guru-guru yang tidak hanya mengajar di dalam kelas, tapi juga berjuang bahkan sebelum mereka tiba di sekolah.

Kami Butuh Perhatian Pemerintah
Kisah MIS Al Khaerat Brambang seharusnya menjadi perhatian serius bagi semua pihak :
✅ Akses jalan yang layak menuju sekolah
✅ Pengangkatan guru honorer yang sudah berdedikasi tinggi
✅ Fasilitas sekolah yang memadai
✅ Perhatian nyata dari Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah Sinjai

PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *