Klivetvindonesia.com (Sekadau) – Menyusul beredarnya informasi terkait berakhir masa jabatan ketua dan pengurus PCNU kabupaten Sekadau pada 4 Desember 2025 lalu. Kini mencuat nama tokoh muda yang siap maju pada kontestasi NU ditingkat kabupaten ini.
Sedang hangat diisukan bahwa Khoirul Muslimin, pemuda asal Belitang siap maju sebagai kandidat calon ketua PCNU kabupaten Sekadau untuk periode 2026-2031.
Lalu, siapa sosok pemuda yang akrab disapa Bang Irul ini?
Khoirul merupakan pemuda kelahiran 2001 berdarah Melayu Belitang dan Lombok. Ayahnya asli orang Senganan/ Melayu Belitang sedangkan ibundanya asli Lombok.
Almarhum Ayah Khoirul merupakan tokoh NU di belitang, juga pernah menjabat sebagai kepala desa dimasanya.
Pendidikan terakhir Khoirul merupakan alumni pondok pesantren Lirboyo Kediri
Kini Khoirul aktif mengisi berbagai kajian ilmu dakwah dengan hafalan kitab kuning yang ia pelajari di Lirboyo Kediri.
Terlepas dari aktivitasnya sebagai pendakwah muda, ilmu dari pesantren mendedikasikan Irul menjadi pemuda yang memiliki jiwa religius dan taat beragama.
Mengikuti jejak sang ayah, jiwa pemimpin Irul nampak setelah dirinya membentuk majelis yang kini beredar di beberapa wilayah di Sekadau. Diantaranya paling aktif yakni di komplek jalan Pasundan km 4 desa Mungguk
Hal itu dikuatkan dengan fanatisme jamaah yang selalu bertambah tiap pertemuan. Baik dari kalangan ibu-ibu sampai bapak-bapak.
Kepada media ini Irul mengaku tergerak hatinya maju sebagai kandidat calon PCNU kabupaten Sekadau, semata-mata untuk kepentingan organisasi dan umat.
Terlebih Irul merupakan alumni Lirboyo yang lekat dengan ke-NUanya.
“Tergerak saja hati saya bang,” ucap Irul kepada Media ini, Rabu 22 April 2026.
Tak ingin panjang lebar, Irul mengaku siap dan sudah menyiapkan diri atas segala resiko yang akan datang bila dirinya terpilih sebagai ketua PCNU kabupaten Sekadau.
“NU butuh kita anak muda, saya juga sudah siap atas segala resiko. Terlebih di era modern ini tantangan tentu akan banyak sekali. Tentu saja juga butuh masukan dan dukungan dari para guru dan sepuh NU, agar NU kedepan mencetak generasi yang tangguh untuk mengabdi kepada umat,” kata dia.
Apalagi, kata Irul. Dirinya mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh pengasuh pesantren yang lekat dengan NU di Sekadau.
“Saya juga orang Senganan/ Melayu, jadi budaya Melayu ini sangat relevan dengan tradisi NU, dan saya rasa NU akan menjadi salah satu motor penggerak untuk menjaga budaya Melayu melalui organisasi agama seperti NU,” pungkasnya
Iwan S
iklan 1
iklan 2
iklan 3






