11 Bulan Tanpa Gaji, Ratusan Buruh PT San Xiong Steel “Dipingpong” Pejabat Lampung Selatan

Deskripsi gambar untuk SEO DEWAN PENGURUS PUSAT LASKAR 99 BAWAKARAENG Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ibu Aliyah Mustika Ilham Wakil Wali Kota Makassar yang ke-57 Tahun -30 Maret 2026-

LAMPUNG SELATAN – Jeritan ratusan buruh PT San Xiong Steel Indonesia pecah di jantung pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan, Senin (6/4/2026). Ironisnya, di tengah tuntutan perut lapar karena 11 bulan gaji tak dibayar, para “wakil rakyat” dan kepala daerah justru kompak menghilang bak ditelan bumi.
​Kantor Kosong, Harapan Kosong
​Aksi yang semula direncanakan sebagai ruang dialog berubah menjadi ungkapan kemarahan. Para buruh menyatroni Kantor Bupati dengan harapan bisa bertemu Radityo Egi Pratama. Namun, alih-alih sambutan hangat atau solusi, massa hanya menemui pintu tertutup. Baik Bupati maupun Wakil Bupati tak menampakkan batang hidungnya.
​”Kami datang dengan hormat, tapi diperlakukan seperti angin lalu. Apa fungsinya DPRD dan Bupati kalau tidak bisa mewakili rakyatnya saat kami sekarat?” teralaku Irfan dalam orasinya yang bergetar menahan amarah.
​Hak Dasar yang “Dirampok”
​Tuntutan massa bukan sekadar angka, melainkan hak hidup yang dirampas perusahaan. Selain tunggakan gaji selama hampir setahun, mereka menuntut:
​Tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan & Kesehatan.
​Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga kini hanya jadi janji manis.
​Gedung Dewan Tanpa Penghuni: Ban Bekas Membara
​Puncak kekecewaan meledak saat massa bergeser ke Gedung DPRD Lampung Selatan. Dari 50 anggota dewan yang digaji dari pajak rakyat, tak satu pun berada di tempat untuk sekadar mendengarkan aspirasi.
​Sebagai bentuk mosi tidak percaya, massa akhirnya membakar ban di depan gedung dewan. Asap hitam yang membumbung tinggi menjadi simbol gelapnya keadilan bagi kaum buruh di Lampung Selatan.
​”Ini bukan sekadar unjuk rasa, ini adalah pengadilan jalanan bagi pemerintah yang tuli dan buta terhadap penderitaan rakyatnya sendiri,” teriak salah satu orator di tengah kobaran api.
​Para buruh menegaskan tidak akan mundur hingga ada mediasi nyata. Mereka menagih janji pemerintah untuk hadir sebagai penengah, bukan justru menjadi penonton saat hak rakyat diinjak-injak oleh perusahaan.
​Reporter: IWAN DANI

PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *