PANGKEP-KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com,Pangkep — Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan retret dan Jambore Kepala Desa se-Sulawesi Selatan yang digelar di Rindam XIV Hasanuddin. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan turut dihadiri para kepala daerah serta unsur Forkopimda Sulawesi Selatan, Jumat (12/12).
Dalam sambutannya, MYL menegaskan bahwa kegiatan retret dan jambore ini bukan sekadar ajang pertemuan, namun menjadi wadah pembinaan untuk memperkuat karakter kepemimpinan para kepala desa. Ia menilai kegiatan ini mampu meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, serta kesiapan para kepala desa dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kita ingin kepala desa semakin disiplin, semakin kompak, dan semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar MYL.
Bupati dua periode itu juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kepala desa melalui pembekalan dan pelatihan yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, manfaat jambore ini sangat luas, mulai dari pembentukan mental, peningkatan kecakapan, hingga penanaman nilai-nilai kepemimpinan yang modern dan berintegritas.
“Kami berharap peserta kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru dan gagasan baru untuk membangun desa,” jelas MYL.
Selain itu, MYL turut mengapresiasi adanya pemberian penghargaan, pin, serta pemilihan proposal terbaik yang nantinya akan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulsel. Ia berharap kegiatan yang digelar selama empat hari ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola desa di seluruh Sulawesi Selatan.
“Harapan kita sederhana: kepala desa semakin berkualitas, semakin responsif, dan membawa desanya semakin maju. Dengan sinergi dan kekompakan, kita yakin desa-desa di Sulawesi Selatan termasuk Pangkep akan semakin berkembang,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tampaang, Aspar, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya karena dapat mengikuti retret dan jambore tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga, terutama dalam hal kedisiplinan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter seorang kepala desa.
Aspar yang berasal dari wilayah kepulauan Liukang Kalmas mengatakan bahwa pembekalan semacam ini sangat penting bagi kepala desa dari daerah terpencil. Banyak hal baru yang ia pelajari, mulai dari manajemen pemerintahan desa hingga penyusunan program yang lebih efektif untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Bagi kami yang berada di wilayah terpencil dan kepulauan, pembekalan seperti ini sangat penting. Banyak hal yang bisa kami pelajari untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan retret dan Jambore Kepala Desa se-Sulsel ini diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, dan membangun sinergi yang lebih kuat antar-kepala desa di seluruh Sulawesi Selatan.





