Anak Seorang Buruh Tani Sukses Menggapai Cita Cita Nya

Klivetvindonesia,Sumsel Muba-Muhamad Sharpone Widodo MH , asal Desa Sungai Angit, Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, diLantik sebagai PPPK nakes bersama PPPK lain nya oleh pj Bupati Muba H.Sandi Fahlepi di stable berkuda kota Sekayu, tidak pernah terfikir untuk lulus menjadi salah seorang abdi negara ucap Widodo sapaan akrab dari Muhammad Sharpone Widodo MH.Kamis 06-06-2024.

Anak pertama dari pasangan Ruslan Tamimi dan Arnila binti salim , Widodo hidupnya terlahir dari keluarga serba kurang. Dimana, dulu nya Bapak dan Ibunya merupakan Buruh Tani di kebun kelapa sawit KKPA 2 milik KUD sejahtera.

“Kehidupan kedua orang tua dimulai dari menjadi Buruh Tani bukan lagi Petani tapi Buruh. Yang sekedar untuk makan saja nggak cukup, apalagi berpikir bisa kuliah,” tutur Widodo, Kamis,06 Juni 2024.

Meski serba kekurangan, Widodo tetap semangat dan pantang menyerah. Sejak kecil, Widodo sudah terbiasa kutib brondol di kebun sawit KKPA 2 demi memenuhi uang saku sekolah nya setiap hari.

Dalam benaknya, ia bertekad ingin merubah Haluan Hidup yang semula miskin dan terpinggirkan, namun punya cita-cita ingin membahagiakan kedua orang tua dengan mengumpulkan semangat bersekolah setinggi- setinggi nya

Semangatnya untuk memperoleh pendidikan dimulai dari SDN di desa sungai angit, sepulang sekolah, Widodo waktu itu sering bantu bapak dan ibu nya membuat TPH dan kutib brondol sawit.

“Saya banyak belajar tentang arti perjuangan hidup dari kedua orang tua saya, dan tidak malu ikut orang tua kerja di kebun kelapa sawit KKPA milik KUD sejahtera demi membantu kedua orang tua untuk mendapatkan uang sekolah kala itu, hingga saya tamat SD dan melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Lulus di sekolah dasar, Widodo melanjutkan ke sekolah SMPN 5 sekayu . Disana Widodo mendapatkan prestasi yang bagus hingga lulus.

Setelah di SMPN 5 sekayu , Widodo melanjutkan ke MAN 1 Sekayu,
Pasca tamat di MAN 1 Sekayu, Widodo berkeinginan melanjutkan kuliah, ketika itu terkendala biaya karena terlahir dari keluarga tidak mampu.

“Sempat harapan saya pupus, darimana saya dapat uang untuk kuliah karena orang tua hanya Buruh tani dan saat itu mereka berdua sangat tidak ada uang. Hingga akhirnya jalan Allah terbuka, orang tua saya mendapatkan kerja di Desa Sungai Angit berkat bantuan seorang toke di sungai angit yang saya panggil Wak beliau orang baik bapak saya di kasih modal untuk usaha,jadi waktu itu walaupun masih kerja di kebun KKPA bapak ku juga kerja ikut Wak di sungai angit sehingga dari hasil jadi buruh tani di KKPA dan kerja di Desa Sungai Angit hingga bisa untuk biaya saya untuk lanjut kuliah ,waktu itu dua tempat kuliah saya ambil demi cita-cita saya yaitu fakultas pertanian universitas Sriwijaya dan D3 perawat di Siti Khodijah yang pada akhirnya karena keterbatasan waktu pertanian universitas Sriwijaya saya mundur dan sampai selesai di D3 perawat di Siti Khodijah. Seusai kuliah D3 perawat Siti Khodijah saya sempat jadi tenaga honorer di kelinik kesehatan SPN Betung dan dari uang honer tersebut saya tabung Alhamdulillah bisa lanjut kuliah di S1 perawat universitas Kader Bangsa Palembang belum lama pasca di wisuda universitas Kader Bangsa Palembang.ada lowongan ikut tes PPPK Alhamdulillah saya lulus dan hari ini saya telah di Lantik sebagai PPPK… terimakasih bapak ibu dan orang – orang yang selalu mensupport saya demikian ujar Widodo ( R. Tamimi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *