Bosan Belajar di Rumah, Rindu Sekolah

www.klivetvindonesia.com, SINTANG, KALBAR-Sudah lebih delan (8)  bulan anak-anak sekolah, termasuk mahasiswa perguruan tinggi dipaksa ikut sistem belajar secara online dari rumah (School Daring). Saking lamanya, ada murid baru tamat SD lanjut ke SMP bahkan tidak kenal siapa teman sekelasnya. Selain itu rasa bosan yang dirasakan murid SD khususnya membuat mereka rindu suasana sekolah.

Seperti yang dirasakan murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sintang, Hizram Khairudin Maulana. Ia kerap merasa bosan jika belajar di rumah karena tidak bertemu dan langsung di ajar guru. Apalagi fasilitas HP tentunya juga tidak disediakan khusus dan selalu menggunakan milik ayahnya. “Kadang bapak tidak bisa bawa HP kalau pada waktu bersamaan juga bekerja di Dedai menjadi Kepala Desa (kiana). Terpaksa bapak mengalah dengan membawa HP kecil (bukan android-red), padahal HP yang saya pakai dibutuhkan,” ungkap murid kelas V MIN Sintang ini yang mengaku asal Kecamatan Dedai.

Sementara itu murid  SDN 6 Sintang yang oleh temannya di sapa Hafiz, kalau bosan di rumah paling main bola atau ke Surau untuk bertemu teman-teman. “Bosan la om di rumah, pengen cepat bisa sekolah karena di rumah tak ada teman kalau di sekolah banyak teman,” kata murid kelas 4 yang tinggal di jalan M Saad ini polos.

Bersama Hafizh saat di temui di Surau dibilangan jalan S Parman, Ilham yang satu sekolahan dengan Hafish juga merasakan bosan terus-terusan berada di rumah.”Mau la om kalau bisa cepat sekolah seperti biasa. Bosan di rumah terus om,” tegas murid kelas V SDN 6 ini, Selasa (10/11/2020).

Demikian juga Ibam, sejak ia lulus masuk SMPN 1 Sintang belum pernah berjumpa teman satu kelasnya. “Sejak belajar di rumah, saya tak tau siapa teman-teman satu sekolah. Mudah-mudahan la bisa cepat sekolah seperti biasa agar bisa berteman kawan,” kata Ibam.

Sementara itu Desta, murid kelas V Madrasah Ibtidaiyah Swasta Sultan Nata, mengaku lebih enak belajar di sekolah, karena kalau di rumah PR (tugas dari sekolah) banyak. “Dan orangtua suka marah saat mau ngerjakan PR. Mau em tik (mau la jika-red) dapat belajar di sekolah lagi,” kata Desta saat dijumpai mandi terjun di sungai Kapuas bersama murid kelas IV MIN Sintang. “Aok bah, bosan belajar di rumah, nyaman belahar di sekolah ded Desta,” timpal Hafizh Nufail saat dlanting menjelang petang. (*/ami)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *