MAKASSAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-, 14 Februari 2026 — Suasana duka menyelimuti warga Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, setelah seorang pelajar berusia 11 tahun bernama Rafatar ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Kanal Nuri, Sabtu (14/2/2026) sore.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 15.40 Wita saat korban berenang bersama tujuh orang temannya di kanal tersebut.
Berdasarkan data asesmen di lapangan, korban yang beralamat di Jalan Bepa Sawi Luar RT 2 RW 5 itu diduga terseret arus saat berenang.
Rezki, salah satu teman korban yang berada di lokasi, mengaku sempat melihat Rafatar tertarik ke tengah kanal. Ia berusaha menolong dengan menarik tangan korban, namun upaya tersebut gagal karena kehabisan napas hingga akhirnya pegangan terlepas. Dalam hitungan menit, korban hilang dari permukaan air.
Atas kejadian tersebut , Warga segera melaporkan kepada pihak berwenang. Tim gabungan yang terdiri dari ,Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), unsur Damkar, serta relawan potensi SAR langsung melakukan pencarian.
Proses penyisiran dan penyelaman difokuskan di sekitar titik terakhir korban terlihat.
Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD). Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan laporan petugas, kondisi cuaca saat kejadian terpantau cerah dengan arus kanal dalam kategori sedang. Akses menuju lokasi juga dapat dilalui dengan baik dan tidak ditemukan kendala berarti selama proses evakuasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan anak saat beraktivitas di area perairan terbuka, termasuk kanal dan sungai. Meski terlihat tenang di permukaan, arus bawah air kerap tidak terduga dan berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak.
Aparat mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak membiarkan anak berenang tanpa pengawasan orang dewasa.
Tragedi tenggelamnya Rafatar menambah daftar kecelakaan air yang melibatkan anak di bawah umur. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat memperkuat edukasi keselamatan air di lingkungan sekolah maupun masyarakat, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Solidaritas dan empati masyarakat kini mengalir untuk keluarga korban, yang harus menerima kenyataan pahit di tengah akhir pekan yang seharusnya penuh keceriaan.
Penulis: Anggriawan
iklan 1
iklan 2
iklan 3






