Cinta Roy Berujung Petaka ….”

Oleh: FRANS KATO

 

Suami terkejut melihat sikap istrinya yang tidak seperti biasanya karena diajak “Hubungan Intim” , malah ia menolak” …

Melihat peristiwa itu , suami nya membisu dan tak percaya bahwa tanggal 22 istrinya kedatangan tamu, karena ia hafal benar tanggal yang “melarang ia bertemu dengan istrinya di ranjang” .

 

seiring berjalannya waktu, pria yang kesehariannya sebagai buru bangun dan biasa dipanggil “Roy” ini , ia lupakan hal itu dan ia coba bangkit tak mau pasrah dengan keadaan . Ia terus berusaha untuk memperbaiki kehidupannya dengan modal pengalaman dan pinjam uang di Bank , ia mencoba

mandiri lalu membuat “perusahaan konstruksi sendiri.”

 

Seiring dengan pengalaman yang ia miliki dan kerja cerdas perusahaannya lambat laun semakin besar dan terkenal, godaan terhadap dirinya pun semakin banyak.

 

“Malam itu,” dia membalikkan badan istrinya, hanya sekedar ingin “berhubungan suami istri.”

 

Namun, ia menyadari bahwa

Istrinya tidak muda lagi , tubuh yang langsing kini sudah berisi, kulitnya mulai kusam ,wajah tak secerah waktu ia masih duduk dibangku SMK .

 

Jika dibandingkan dengan sejumlah” wanita cantik “di sekelilingnya, dia hanyalah seorang “wanita desa” yang kusam, hal itu , hanya mengingatkannya pada masa lalu yang sederhana.

 

“Roy sepertinya tak sanggup menerima keadaan , pikiran nya jadi kacau ”

,” pernikahan yang mereka jalani selama 20 tahun sepertinya di Lulu lantah kan oleh bade , yang seperti sudah mencapai titik akhir.

 

Pria yang tampan ini , seperti kehabisan berpikir maka cara satu – satunya untuk menyenangkan hatinya , dia menyetorkan uang sebesar satu juta yuan ke rekening istrinya, agar istrinya dapat membeli rumah yang nyaman di pusat kota.

Dia bukan tipe pria yang tak berperasaan, yang tak mau memberi nafkah lahir dan batin kepada istrinya .Sejak itu pria ini , merasa kurang tenang.

Akhirnya dia pun meminta untuk bercerai.

 

Istrinya duduk di hadapannya, dengan tenang mendengar alasan perceraiannya, mata istrinya berkaca – kaca dan air mata berlinang , tatapan tenang menghiasi wajanya.

20 tahun pernikahan mereka merupakan perjalanan yang begitu jauh maka ” Roy tahu betul” semua tentang istrinya, dia tau bahwa tatapan tenang istrinya, sebenarnya menyimpan rasa perih yang teramat dalam di dalam hati, Roy tak sanggup melihat raut wajah istrinya menyusul ia memberi keputusan untuk berpisah dengan istrinya.

 

Hari itu , sepertinya hari kiamat, Roy tak tahu kemana rimba istrinya pergi .

Suasana rumah tidak sepertinya dulu dan kelihatan sepi, sejak ditinggal pergi istrinya .

Di atas meja ia mendapati, , buku tabungan yang nilainya satu juta, dan sepucuk surat yang ditulis oleh istrinya untuk Roy”.

 

Ini adalah surat pertama yang ditulis oleh istrinya buat “Roy :

Salam Manis buat Kak yang baik !! Rasanya berat Aku untuk meninggalkan Kakak tapi akhirnya Aku memahami karena Kak telah memilih gadis berkulit kuning langsat itu sebagai pendamping Kak di usia senja .

 

Maaf !! kan Aku kak, mungkin Aku tak mampu melayani kak seperti dulu lagi .Kita berpisah tapi aku tetap mencintai mu karena cinta pertama kau dan aku ketika kita masih duduk dibangku SMK .

 

Kak yang baik !!

“Aku sudah meninggalkan rumah dan kini aku telah pergi, ke rumah orangtua ku di kampung .

Selimut yang biasa kita selimut bersama sudah aku cuci, dan juga sudah ku jemur .

 

Meski tulisannya seperti cakar ayam , tapi setiap katanya seperti menyengat lubuk hati dan pikiran Roy yang membuat Roy bolak – balik seperti digigit kutuk busuk .

 

 

tiba-tiba dia berpikir akan 20 tahun yang lalu, dia berdiri di antara tumpukan tiang dan menjadi buruh semen.

Tidak jauh dari tumpukan tiang tersebut ada suara yang berteriak memanggil namanya sambil membawakan nasi campur mengingatkannya akan suara yang membawakan kebahagiaan itu; mengingatkannya akan rasa puas setelah memakan nasi campur buat istrinya itu.

Seakan baru saja melewati sebuah pesta; mengingatkannya akan masa dimana ia mengucapkan sumpah, “aku akan membuat istri ku bahagia.”

Balik kanan ia menuruni tangga dan segera masuk ke mobil.

 

setengah jam, ia sampai ke terminal dan mendapatkan istrinya hendak masuk ke Bus menuju kampungnya.

Dengan suara yang lantang ia memanggil istrinya , Anjelina !! Anjelina !! “Kamu mau kemana?! Jawab istrinya , aku mau ke kampung , semua mata penumpang tertuju pada suaminya.

 

Istrinya menangis terisak – isak sambil mengikuti jejak suaminya menuju ke rumah. Suaminya juga menangis terisak – isak , mereka berdua seperti paduan suara “, jika didengar sepintas .

 

“Roy memarahi diri sendiri, “gara – gara gadis yang bahenol” dan genit itu, ” aku lupa istri ku yang bersama aku 20 tahun yang lalu ketika akau masih susa. Sedangkan gadis itu , dekat pada ku karena aku sudah berlimpahan harta .

 

Maaf !!! kan Aku Anjelina !! Aku sudah mengingkari janji ketika kita bersumpah didepan penghulu , bahwa kita akan hidup semati . Usai menuturkan kata – kata itu , “Roy menghembus napas terakir dan selang beberapa menit istri tercinta nya juga menghembus napas terakhir” dan akhirnya mereka dimakamkan pada liang kubur yang sama .sedangkan teman dan keluarga tak sanggup membendung air mata atas kepergian teman nya untuk selama – lamanya . Selamat jalan teman .

 

Ceritra ini hanya fiktif semata, jika ada nama sama itu hanya secara kebetulan. Ceritra ini ditulis oleh : Frans Kato .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *