Budidaya Maggot, Solusi Ramah Lingkungan untuk Sampah Organik

Deskripsi gambar untuk SEO DEWAN PENGURUS PUSAT LASKAR 99 BAWAKARAENG Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ibu Aliyah Mustika Ilham Wakil Wali Kota Makassar yang ke-57 Tahun -30 Maret 2026-

SIDRAP – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com– – Masalah sampah, khususnya sampah organik, menjadi tantangan besar bagi banyak daerah, tak terkecuali Kabupaten Sidenreng Rappang. 

 

Namun, ada secercah harapan dari sebuah solusi sederhana namun efektif: budidaya maggot.

 

Hal ini mengemuka dalam pertemuan Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, dengan Founder Yayasan Econatural Society Indonesia, Ziaul Haq Nawawi, serta Fasilitator Pengelolaan Limbah Berbasis Masyarakat, Muhammad Nur Agus, Kamis 8 Mei 2025

 

Pada pertemuan di ruang kerja Bupati itu, turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sidrap, Muhammad Yusuf, beserta staf.

 

Syaharuddin mengatakan, budidaya maggot dapat menjadi solusi konkret dan ramah lingkungan mengatasi sampah organik di Bumi Nene Mallomo.

 

“Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga mendapat manfaat ekonomi,” ungkap Bupati Syaharuddin.

 

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

 

“Ini sejalan dengan program Sidrap Bersih yang memerlukan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Syaharuddin.

 

Sementara Kadis Lingkungan Hidup Sidrap Muh Yusuf memaparkan, budidaya maggot berperan dalam pengurangan sampah organik.

 

“Dengan menempatkan limbah organik seperti sisa makanan, dedaunan dan lainnya ke dalam sistem budidaya maggot, dapat mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir atau TPA,” ungkap Yusuf.

 

Lebih dari sekadar solusi lingkungan, lanjut Yusuf, budidaya maggot juga membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan.

 

“Sampah organik bisa menghasilkan maggot dan kompos dengan harga jual fresh maggot sekitar Rp5.000–Rp6.000 per kilogram, sedangkan kompos sekitar Rp700 per kilogram,” sebutnya.

 

Ia menambahkan, konsep Bank Sampah pun dapat kembali digalakkan, dengan melibatkan stakeholder lokal dan kelompok peduli lingkungan. (Risal Bakri).

PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *