Warga Bonto-bonto Bersatu Atasi Krisis Air Bersih, Lurah Muliati Apresiasi Kepedulian Hermadi

MINAT PASANG IKLAN DITULISAN INI SEGARA HUBUNGI TEAM MARKETING 🤗🤗🤗 Deskripsi gambar untuk SEO

PANGKEP – KL-TV INDONESIA  klivetvindonesia.com.Balocci– Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan warga Kampung Bonto-bonto, Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Di tengah kesulitan memperoleh pasokan air bersih yang memadai, warga bersama pemerintah kelurahan berupaya mencari jalan keluar melalui musyawarah dan kesepakatan bersama.

Pada Jumat (23/10/2026), Lurah Balleangin, Muliati, SE., MM., turun langsung menemui masyarakat untuk mendengarkan keluhan sekaligus membahas permasalahan pelayanan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga. Pertemuan tersebut berlangsung di rumah Hermadi, yang akrab disapa Ome, dan dihadiri para Ketua RT/RK, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, serta warga setempat.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan keluhan terkait pelayanan air bersih dari Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Balleangin melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Sistem yang ada saat ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar 100 kepala keluarga (KK) yang telah terdaftar sebagai pelanggan dan menggunakan meteran air.

Kondisi tersebut membuat masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, baik untuk memasak, mandi, mencuci, maupun menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.

Menanggapi keluhan tersebut, Lurah Balleangin, Muliati, menjelaskan sejumlah kendala teknis yang menyebabkan distribusi air bersih belum berjalan secara optimal. Salah satu persoalan utama adalah kapasitas mesin pendorong air yang dinilai sudah tidak memadai untuk mengalirkan air hingga ke bak penampungan.

Selain itu, terdapat persoalan pada pasokan tegangan listrik yang memengaruhi kinerja mesin pompa. Menurut penjelasan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, motor pompa yang membutuhkan tegangan sekitar 220 volt hanya memperoleh pasokan sekitar 166 volt. Kondisi ini menyebabkan mesin tidak dapat bekerja secara maksimal dan berpotensi menimbulkan kerusakan apabila terus dipaksakan beroperasi.

Lurah Muliati menegaskan bahwa persoalan tersebut membutuhkan penanganan yang tepat, termasuk pembenahan peralatan dan dukungan pendanaan agar sistem penyediaan air bersih dapat kembali berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama, mengidentifikasi kebutuhan, dan mencari solusi yang dapat dilaksanakan demi kepentingan masyarakat luas.

Dalam suasana musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan, Hermadi alias Ome selaku tuan rumah sekaligus warga setempat menyampaikan kesediaannya untuk membantu pembiayaan yang diperlukan dalam upaya memperbaiki fasilitas air bersih tersebut.

Dengan penuh kerendahan hati, Ome menyatakan bahwa kesediaannya memberikan bantuan merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan bersama, bukan untuk mencari pujian ataupun menunjukkan kemampuan ekonomi.

Ia menyadari bahwa persoalan air bersih tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua keluarga, tetapi menjadi persoalan bersama yang membutuhkan perhatian dan tindakan nyata. Sebagai bagian dari masyarakat Bonto-bonto, ia juga merasakan pentingnya ketersediaan air bersih yang lancar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Menurut Ome, tujuan utama dari bantuan tersebut adalah agar fasilitas Pamsimas dapat kembali beroperasi secara optimal sehingga masyarakat bisa menikmati pelayanan air bersih dengan lebih baik.

Kesediaan Hermadi untuk membantu pendanaan perbaikan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang hadir. Dukungan itu menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan memperoleh pasokan air bersih secara memadai.

Lurah Balleangin, Muliati, bersama para Ketua RT/RK dan tokoh masyarakat yang hadir turut memberikan apresiasi atas kepedulian tersebut. Kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan itu menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada melalui kerja sama antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.

Meski demikian, pembenahan fasilitas air bersih tetap membutuhkan penanganan teknis yang sesuai, termasuk pemeriksaan kondisi mesin pompa, kecukupan kapasitas peralatan, serta kestabilan pasokan listrik. Langkah tersebut penting agar perbaikan yang dilakukan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pelanggan.

Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya peran pemerintah kelurahan dalam membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Dengan mendengarkan secara langsung keluhan warga, pemerintah setempat dapat mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan sekaligus mendorong lahirnya solusi melalui musyawarah dan semangat kebersamaan.

Bagi masyarakat Kampung Bonto-bonto, air bersih bukan sekadar fasilitas penunjang kehidupan, melainkan kebutuhan pokok yang harus mendapat perhatian bersama. Karena itu, keterlibatan warga dalam mencari solusi menjadi modal penting untuk mengatasi persoalan yang selama ini dihadapi.

Kepedulian Hermadi alias Ome juga menjadi contoh bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Ketika kebutuhan bersama menjadi perhatian utama, setiap warga dapat mengambil bagian sesuai kemampuan dan perannya masing-masing.

Melalui sinergi antara Lurah Balleangin, para Ketua RT/RK, tokoh masyarakat, dan warga, diharapkan permasalahan pelayanan air bersih di Kampung Bonto-bonto dapat segera ditangani dengan baik. Masyarakat pun berharap perbaikan sistem Pamsimas dapat segera direalisasikan sehingga distribusi air bersih kembali lancar dan kebutuhan sekitar 100 kepala keluarga dapat terpenuhi secara lebih optimal.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan komunikasi yang terbuka, kepedulian sosial, serta kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Bonto-bonto menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah kekuatan dalam menghadapi kesulitan. Ketika pemerintah hadir mendengarkan dan masyarakat bersedia bekerja sama, harapan untuk mendapatkan pelayanan air bersih yang lebih baik semakin terbuka.

 

Deskripsi gambar untuk SEO DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
dokter spesialis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *