–klivetvindonesia.comJENEPONTO, — Revitalisasi sekolah bukan sekadar membangun gedung dan memperbaiki fasilitas pendidikan. Lebih dari itu, revitalisasi merupakan investasi masa depan untuk menghadirkan ruang belajar yang layak, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Semangat perubahan tersebut hadir di UPT SMPN SATAP 5 Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, melalui program revitalisasi sekolah Tahun Anggaran 2026 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Tampilan gedung ruang kelas UPT SMPN SATAP 5 Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp912.422.000, program revitalisasi ini menjadi bagian penting
dalam upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Tampilan bangunan ruang kelas
yang terlihat rapi dengan perpaduan warna yang tegas menghadirkan wajah baru bagi lingkungan
sekolah.
Sudirman P., Sosok Kepala Sekolah Humanis di Balik Semangat Perubahan
Kepala UPT SMPN SATAP 5 Rumbia, Sudirman P, S.Pd.I., M.Pd.,menjadi bagian dari perjalanan
perubahan sekolah melalui penguatan kepemimpinan yang mengedepankan kepedulian terhadap
kebutuhan pendidikan.
Kepala sekolah bukan hanya bertanggung jawab atas pengelolaan administrasi dan proses pembelajaran, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun komunikasi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta memastikan fasilitas pendidikan dimanfaatkan untuk kepentingan peserta didik.
Dalam semangat kepemimpinan yang humanis, pembangunan sarana pendidikan diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan. Lebih jauh, hasil revitalisasi harus menjadi penunjang terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Anggaran Rp912 Juta, Amanah Besar untuk Pendidikan
Program revitalisasi UPT SMPN SATAP 5 Rumbia pada Tahun Anggaran 2026 memiliki nilai anggaran sebesar Rp912.422.000, dengan sumber dana dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh P2SP UPT SMPN SATAP 5 Rumbia. Estimasi waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 120 hari, dengan tambahan waktu 30 hari melalui addendum. Dengan
demikian, total rentang waktu berdasarkan estimasi awal dan tambahan tersebut menjadi 150 hari, sesuai ketentuan serta isi dokumen pelaksanaan yang berlaku.
Anggaran yang dialokasikan merupakan amanah yang perlu dikelola secara bertanggung jawab.
Perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan menjadi unsur penting agar kegiatan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi sekolah.
Tema “Ketika Proyek Jatuh di Tangan yang Tepat” menjadi pengingat bahwa pembangunan fasilitas
pendidikan memerlukan integritas, keterbukaan, koordinasi, dan komitmen seluruh pihak yang terlibat.
P2SP dan Semangat Gotong Royong Membangun Sekolah
Pelaksanaan revitalisasi sekolah membutuhkan kerja sama dan kesungguhan agar tujuan
pembangunan dapat tercapai. P2SP UPT SMPN SATAP 5 Rumbia mengemban peran dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan mekanisme program dan ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari tampilan bangunan yang menarik. Kualitas
pekerjaan, kesesuaian dengan perencanaan, ketepatan penggunaan anggaran, serta manfaat bagi
peserta didik merupakan aspek penting yang harus diperhatikan.
Bukan Sekadar Gedung, Melainkan Harapan Baru Bagi warga sekolah, ruang kelas merupakan tempat tumbuhnya pengetahuan, karakter, kreativitas, dan
cita-cita. Fasilitas pendidikan yang memadai diharapkan mampu mendukung guru dalam memberikan
pembelajaran yang bermakna serta mendorong peserta didik belajar dengan lebih bersemangat.
Revitalisasi ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap sekolah dan meningkatkan kepedulian dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun. Gedung yang tertata akan
semakin bermakna apabila dirawat dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Dengan semangat tersebut, UPT SMPN SATAP 5 Rumbia diharapkan terus berkembang sebagai lingkungan pendidikan yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik di Kabupaten Jeneponto.
Ketika Amanah Dijaga, Masa Depan Dibangun
Pada akhirnya, pembangunan sekolah bukan sekadar urusan beton, cat, dan atap. Pembangunan adalah tentang menghadirkan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak untuk belajar dan meraih
masa depan.
“Ketika proyek jatuh di tangan yang tepat, yang dibangun bukan hanya gedung, tetapi juga kepercayaan. Ketika kepala sekolah memimpin dengan hati, yang tumbuh bukan hanya bangunan, tetapi juga harapan.”
UPT SMPN SATAP 5 Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menyongsong masa depan dengan semangat perubahan: membangun lingkungan belajar, menguatkan pendidikan, dan menumbuhkan harapan bagi generasi penerus bangsa.
Revitalisasi sekolah Tahun Anggaran 2026-membangun ruang belajar, menumbuhkan harapan, mewujudkan masa depan.
DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA
info iklan - berminat langsung klik