Ⓚ-LTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com Menjadi guru kadangkala makan hati , kerja tiap hari , jam 7 pagi sampai siang , bikin RPP , mengajar , mendidik karakter , bahkan masih urus administrasi . Siswa gagal meraih prestasi guru lagi yang disalahkan .
Gaji Guru honorer / PPPK di daerah berkisar antara 1,5 juta – Rp 3,5 juta , begitu juga dengan pegwai negri sipil golongan rendah gaji mereka berkisar antara Rp 2,5 juta – RP 4 juta , gaji tersebut belum cukup untuk biaya hidup di kota ditengah ekonomi rakyat morat marit , harga sembako melambung .
Wantimpres : Gaji pokok + tunjangan dugaan bisa lebih dari RP 100 juta perbulan per orang ( gaji tersebut disinyalir setara menteri ). Belum lagi fasilitas mobil dinas , rumah dinas , ajudan dan lain sebagainya . Itulah kelebihan menjadi Wantimpres hanya pemberi saran
, gaji mereka cukup fantatis . Guru pemberi ilmu , guru mendidik puluhan murid ,tapi gaji mereka sangat kecil .
Pertanyaan Murid itu adalah : Pertanyaan bagus
” Kenapa negara lebih menghargai pemberi saran daripada pemberi ilmu ? Ini bentuk protes polos tapi logis .
1.Soal Keadilan : Kalau kita mau jujur berdasarkan fakta Guru yang membentuk semua profesi ( termasuk presiden dan Wantimpres itu dulu diajar guru ), tapi gajinya paling kecil .
2.Soal Beban Kerja : Guru kerja nyata setiap hari , Wantimpres kerja kalau dipanggil saja .
3.Soal Anggaran : Negara mampu bayar mahal untuk 26 orang penasehat bersumber dana dari pajak rakyat , tapi katanya tidak mampu sejahterakan jutaan guru .
Keadaan yang demikian karena kuat dugaan sistem kita masih lebih menghargai jabatan politik dari pada jabatan pengabdian . Watimpres dibayar mahal karena jabatan-nya diduga dekat dengan kekuasaan . Guru dibayar murah bukan karena tidak penting , tapi karena negara belum menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama anggaran .
Iklan Terbaru
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






