MAKASSAR-KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com-Kepulan asap dan kobaran api sempat mengundang kepanikan di kawasan Nipah Mall Makassar, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Di tengah kepanikan pengunjung dan proses evakuasi, satu pertanyaan langsung mencuat: adakah korban yang terdampak kebakaran

Tim Bantuan Medis dari komunitas kedokteran dan sejumlah relawan medis yang turun langsung ke lokasi bergerak cepat melakukan observasi terhadap masyarakat maupun petugas rescue yang berada di sekitar titik kejadian.
Muhammad Syafi Waqidan, mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam tim bantuan medis, mengatakan pihaknya datang untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kemungkinan korban yang terdampak kebakaran.
“Sejauh ini belum ada korban, terutama korban meninggal dunia akibat kebakaran,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Namun, situasi di lapangan menunjukkan adanya sejumlah orang yang membutuhkan pemeriksaan medis. Mereka terutama berasal dari tim rescue yang terpapar kondisi di sekitar lokasi kebakaran.
Salah seorang petugas disebut sempat mengalami sesak napas saat menjalankan proses penanganan. Tim medis kemudian melakukan observasi dan memberikan penanganan awal. Kondisi yang bersangkutan dilaporkan masih dalam keadaan terkendali.
Ada Empat Orang Diperiksa, Satu Dugaan Luka Bakar

Keterangan lain dari tim medis di lokasi menyebutkan terdapat sekitar empat orang yang mengalami keluhan dan telah mendapatkan pemeriksaan.
Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan. Selain itu, tim juga menerima informasi mengenai satu orang yang diduga mengalami luka bakar, namun identitas maupun keberadaan korban tersebut saat wawancara berlangsung masih dalam proses penelusuran.

Petugas juga meminta masyarakat memberikan ruang agar proses evakuasi dan pelayanan medis dapat berjalan tanpa hambatan.
Kolaborasi antartim menjadi salah satu faktor penting dalam respons awal tersebut. Tim bantuan medis dari berbagai fakultas serta unsur keperawatan turut bersiaga untuk membantu penanganan di lapangan.
Menurut Syafi, kolaborasi semacam ini bukan kali pertama dilakukan.
“Untuk kolaborasinya sudah sering kami lakukan di setiap kebakaran. Di Makassar ada beberapa tim bantuan medis dari berbagai fakultas dan juga tim keperawatan yang selalu siaga,” jelasnya.
Diduga Korsleting, Api Padam Sekitar 15 Menit
Informasi awal yang diterima di lapangan menyebutkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Api dilaporkan berhasil dipadamkan sekitar 15 menit setelah kejadian.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang. Dugaan korsleting tidak serta-merta dapat dijadikan kesimpulan akhir sebelum dilakukan penyelidikan.
Sementara itu, proses evakuasi pengunjung disebut berlangsung relatif lancar. Sejumlah pengunjung diarahkan keluar dari area terdampak untuk menghindari risiko paparan asap maupun bahaya lainnya.
Kesaksian di lapangan menyebut api muncul secara tiba-tiba sehingga karyawan dan pengunjung diarahkan untuk segera meninggalkan area.
Bukan Sekadar Api, Kepanikan Juga Harus Dikendalikan
Peristiwa di Nipah Mall kembali mengingatkan bahwa dalam situasi kebakaran, ancaman bukan hanya berasal dari api. Asap, kepanikan massa, terhambatnya jalur evakuasi, hingga keterlambatan pertolongan pertama dapat memperbesar risiko korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Sementara kondisi beberapa orang yang sempat mendapatkan pemeriksaan medis masih dalam pemantauan.
Penyebab pasti kebakaran dan nilai kerugian material juga masih menunggu informasi resmi lebih lanjut.
KLTV INDONESIA akan terus memantau perkembangan peristiwa ini dan menyajikan informasi berdasarkan keterangan serta fakta yang terverifikasi.
Liputan: M. Yasin/ KIKI
KLTV INDONESIA
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






