Zona : Dekat Sekolah Belum Tentu Diterima? Ratusan Calon Siswa Terancam Gagal Sekolah, SMA Negeri 12 Makassar Tegaskan Sistem yang Menentukan Kelulusan

Deskripsi gambar untuk SEO MINAT PASANG IKLAN DITULISAN INI SEGARA HUBUNGI TEAM MARKETING 🤗🤗🤗

SULSEL – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com–  Makassar, – Polemik hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 jalur domisili Zona 1 dan Zona 2 masih menjadi perhatian masyarakat. Di tengah kecemasan ratusan orang tua calon siswa yang khawatir anaknya gagal memperoleh bangku sekolah negeri, pihak SMA Negeri 12 Makassar memberikan klarifikasi terkait berbagai pertanyaan yang muncul mengenai proses penerimaan siswa baru.

Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Makassar, Bidang Kedisiplinan juga selaku Menerima setiap Aduan Abdul Kadir, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah tidak memiliki kewenangan menentukan siapa yang diterima maupun yang tidak lolos dalam jalur domisili.

“Kami hanya menerima berkas dan melakukan verifikasi data calon siswa. Setelah itu sistem yang bekerja. Sekolah tidak menentukan hasil kelulusan peserta,” tegas Abdul Kadir kepada KLTV Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan dari orang tua calon siswa yang mengaku kebingungan dengan hasil seleksi. Sejumlah orang tua mempertanyakan adanya calon siswa yang disebut berdomisili kurang dari satu kilometer dari sekolah namun tidak lolos, sementara berdasarkan informasi yang mereka peroleh terdapat peserta lain yang dinilai memiliki jarak lebih jauh tetapi berhasil diterima.

Berdasarkan pantauan KLTV Indonesia, keresahan tidak hanya terjadi di SMA Negeri 12 Makassar, tetapi juga dirasakan sejumlah calon siswa dan orang tua di wilayah Manggala dan Panakkukang.

Beberapa calon siswa mengaku telah memilih hingga tiga sekolah dalam pendaftaran jalur domisili, namun tidak satu pun berhasil mereka Di Terima (Lulus).

“Kami rata-rata memilih tiga sekolah, tetapi tidak ada satu pun nama kami yang muncul di jalur Zona 2. Kami khawatir tidak mendapatkan sekolah negeri,” ujar salah seorang calon siswa.

Kondisi tersebut membuat banyak orang tua merasa cemas karena tahun ajaran baru semakin dekat sementara anak mereka belum mendapatkan kepastian sekolah.

Menanggapi dugaan adanya peserta yang lolos dengan domisili yang dianggap tidak sesuai, Abdul Kadir meminta masyarakat menyerahkan data yang valid apabila memang ditemukan kejanggalan.

“Kalau memang ada data yang diperoleh masyarakat dan bisa dibuktikan bahwa domisilinya tidak sesuai dengan ketentuan, silakan disampaikan. Kami akan tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku. Jika terbukti, tentu dapat dilakukan pembatalan,” jelasnya.

Menurutnya, sekolah berkomitmen menjaga integritas proses penerimaan siswa baru dan akan mendukung setiap upaya penelusuran apabila ditemukan pelanggaran administrasi.

Dalam klarifikasinya, Abdul Kadir juga membantah berbagai isu yang berkembang terkait dugaan adanya peserta titipan dari pihak tertentu, termasuk tudingan yang sempat muncul dari sebagian masyarakat.

“Tidak benar ada titipan dewan atau pihak tertentu. Semua berjalan sesuai mekanisme dan sistem yang berlaku. Sekolah tidak memiliki kewenangan memasukkan peserta di luar sistem,” tegasnya.

Sementara kepala Sekolah SMAN 12 MAKASSAR Hj.Ariani Menyarankan kepada calon siswa yang belum di terima di Zona agar kembali Mendaftar melalui Jalur prestasi.

Terlepas dari klarifikasi pihak sekolah, sejumlah orang tua masih berharap adanya penjelasan lebih rinci dari penyelenggara SPMB mengenai mekanisme pemeringkatan, perhitungan jarak domisili, hingga indikator yang digunakan dalam menentukan kelulusan peserta.

Mereka menilai keterbukaan data sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan siswa baru.

Hingga berita ini diterbitkan, proses SPMB masih berlangsung dan berbagai pengaduan masyarakat masih terus disampaikan melalui jalur resmi yang tersedia.

di ketahui, Jalur Domisili SPMB SMAN 12 Zona 1 menerima 54 Kouta siswa Zona 2 72 kouta Siswa ,Afirmasi   108 Kouta siswa Sedangkan data hanya 60 siswa yang lulus di terima.sementara jalur prestasi masih berlangsung dengan 81 Kouta siswa prestasi akademik, keagamaan 9 Kouta siswa, kepemimpinan 9 Kouta siswa,Olahraga 9 Kouta siswa.

Orang tua siswa meminta transparansi data tersebut apabila ada calon siswa yang tidak kembali mendaftar

KLTV Indonesia akan terus melakukan penelusuran serta mengupayakan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan guna memperoleh penjelasan resmi terkait polemik jalur domisili Zona 1 dan Zona 2 yang menjadi perhatian publik.

Informasi: bukan lagi bagian dari KLTV PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *