Gorontalo, 21 Juni 2026 — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Gorontalo pada Sabtu (20/6). Dalam kesempatan tersebut, Wapres menegaskan pentingnya mewujudkan kemandirian pangan sebagai fondasi ketahanan nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Di hadapan ribuan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia, Wapres menyampaikan bahwa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri merupakan salah satu prioritas utama pemerintah. Menurutnya, ketergantungan yang berlebihan terhadap pasokan pangan dari luar negeri harus terus dikurangi guna menjaga stabilitas dan keamanan pangan nasional.
“Kemandirian pangan adalah program prioritas Bapak Presiden, terlebih dalam kondisi dunia yang tidak menentu saat ini. Negara tidak boleh terlalu bergantung pada negara lain,” ujar Wapres dalam sambutannya.
Wapres menilai tantangan global, seperti konflik geopolitik, perang dagang, dan kebijakan tarif antarnegara, semakin mempertegas urgensi penguatan sektor pangan dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan nasional.
Meski mencatat berbagai kemajuan yang telah dicapai, Wapres mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Beberapa di antaranya meliputi pengendalian alih fungsi lahan pertanian, peningkatan akses petani terhadap benih unggul, kemudahan permodalan, kepastian pasar melalui offtaker, stabilitas harga komoditas, penguatan sistem pergudangan, serta penyaluran pupuk subsidi yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga memberikan apresiasi kepada Andi Amran Sulaiman atas langkah reformasi regulasi yang dilakukan Kementerian Pertanian. Penyederhanaan sebanyak 145 regulasi terkait distribusi pupuk dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat akses petani terhadap sarana produksi yang dibutuhkan.
Selain reformasi kebijakan, pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui revitalisasi dan pembangunan pabrik pupuk serta penyediaan bahan baku di berbagai wilayah. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional secara berkelanjutan.
PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang dipusatkan di Provinsi Gorontalo menjadi ajang silaturahmi, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kolaborasi antara pelaku sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia. Belasan ribu peserta tercatat mengikuti kegiatan tersebut, dengan peserta terbanyak dari luar Gorontalo berasal dari wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.
Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, antara lain Hanif Faisol Nurofiq, Didit Herdiawan Ashaf, Suntana, serta Abdul Kadir Karding.
Melalui penyelenggaraan PENAS XVII, pemerintah berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, nelayan, akademisi, dan pelaku usaha dalam mewujudkan sistem pangan nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang. Deber27
iklan 1
iklan 2






