Klivetvindonesia.com Bengkayang – Kalbar Proyek strategis nasional ( PSN ) Pembangunan pembangkit listrik mikrohidro ( PLTMH ) Di kecamatan tujuh belas kabupaten Bengkayang kembali menuai sorotan tajam. Setelah sebelum nya Ter jadi polemik di desa pisak, kini giliran operasional stone crusher ( mesin pemecah batu ) di dusun laek, desa bengkilau yang di duga ber operasi pertambangan tanpa ijin.
Dari pantauan kita LSM LIRA kab bengkayang yang langsung turun kelapangan Karena mendengar keluh kesah masarakat kita sampai luangkan waktu 2 hari terutama jalan yg perusahaan lalu banyak yg rusak Karena kendaraan yang masuk rata – rata muatannya pul yg buat kita heran waktu masuk ke perusahaan susah ketemu dgn pelaksana dan humas nya pun tak ada di lapangan, yg buat kami terkejut lihat tenaga kerja yg banyak dari WNA coba bayangkan utk memper jemah bahasa ajak ada 30 orang belum lagi teknisinya semua tak terdaftar di tenaga kerja bengkayang ungkap nya Marbun saat di wawancarai hingga berita ini di terbitkan pada Kamis 11juni 2026.
ditambah kami tanya tentang galian c di bilang itu urusan dari jakarta padahal mrk gali batu di situ dan mereka giling disitu langsung mereka pakai disitu JD pertanyaan nya, apa batu itu udah sesuai dgn rap proyek ,yang sangat di sayangkan udah 1 THN mereka kerja tapi tenaga kerja tak ada yang bayar pajak sedangkan kita minum dan makan mie bayar pajak. tabah kita noreh getah bayar pajak ko proyek raksasa tak ada utk bayar pajak bengkayang kita, saya kita dari LSM LIRA kabupaten bengkayang Sagat kecewa dgn pelaksana yg tak mau jumpa dgn kita ucap nya Marbun LSM LIRA!
Tambah nya lagi, Alasan banyak Jadi masalah juga galian c kita Minta tunjukkan ijin tak mau katanya ijin ada di jakarta batu di gali dari tanah langsung di giling dan langsung di pakai untuk proyek di tambah lagi tenaga kerja hanya sedikit saya pakai P3 k kita kuatir kan perkejaan tak sesuai degan rapnya yang rugi masarakat bengkayang harap DPRD bengkayang turun kelapangan utk pengawasan di sana banyak perputaran uang tapi sangat di sayangkan PAD tak ada utk bengkayang ,dari pantauan kita dari LSM LIRA kabupaten bengkayang kurang pengawasan dari dinas terkait membiarkan mereka kerja tapi dilihat kalau di kawal bisa utk bangun jalan RT rusak dan jembatan yg rusak dari penglihatan kita proyek utk memperkaya WNA yang Jadi korban kita yg takutkan proyek asal Jadi ,kita harap dinas segera panggil pelaksana proyek yang ada di laek dan sigonde. ungkap Marbun LSM LIRA Bengkayang Saat di wawancarai media
Reporter :
( ANDRIANUS.P )
iklan 1
iklan 2






