SULSEL – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Makassar, KLTV Indonesia – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA Tahun Ajaran 2026 di SMA Negeri 12 Makassar mengalami lonjakan pendaftar yang cukup signifikan. Tingginya jumlah calon peserta didik yang mendaftar di sekolah tersebut berdampak pada padatnya proses verifikasi berkas, yang diperparah oleh gangguan jaringan internet dan server.

Berdasarkan informasi yang diperoleh KLTV Indonesia dari salah satu panitia PPDB, tim verifikasi hanya mampu melayani sekitar 80 nomor antrean per hari sejak Jumat (5/6/2026) hingga Senin (8/6/2026). Kondisi tersebut terjadi akibat sistem verifikasi yang bergantung pada jaringan internet dan server pusat yang mengalami kendala teknis.
Panitia menjelaskan bahwa kuota penerimaan untuk Zona 1 berada di kisaran 54 peserta didik, sementara peserta yang tidak masuk dalam kuota tersebut masih memiliki peluang untuk mengikuti seleksi pada Zona 2 dengan kuota sekitar 72 peserta didik sesuai mekanisme yang berlaku.

Pihak panitia juga mengimbau para calon peserta didik dan orang tua untuk tetap bersabar menghadapi kondisi tersebut.
“Kami berharap para pendaftar dapat bersabar karena saat ini server sedang mengalami kendala. Kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik dan mempercepat proses verifikasi sesuai kemampuan sistem yang tersedia,” ujar salah satu panitia.

Di tengah antrean verifikasi, sempat terjadi protes dari seorang orang tua calon siswa yang mempertanyakan lambatnya proses pelayanan. Orang tua tersebut mengaku khawatir anaknya tidak mendapatkan kesempatan yang sama akibat keterlambatan verifikasi.
Namun setelah mendapatkan penjelasan langsung dari panitia terkait gangguan server dan prosedur verifikasi yang harus dijalankan secara bertahap, yang bersangkutan akhirnya memahami kondisi yang sedang terjadi dan memilih mengikuti proses sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, LSM LIMAS menilai bahwa persoalan yang terjadi dalam proses PPDB ini harus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pendidikan dan pihak terkait. Menurut mereka, digitalisasi layanan pendidikan merupakan langkah yang baik, namun harus didukung dengan kesiapan infrastruktur teknologi yang memadai.
“Pemerintah perlu memastikan kesiapan server dan jaringan sebelum pelaksanaan PPDB dimulai. Jangan sampai masyarakat yang sudah datang dan mengikuti prosedur justru harus menunggu lama akibat kendala teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal,” ungkap perwakilan LSM LIMAS.
Meski demikian, LSM LIMAS juga mengapresiasi sikap panitia yang tetap memberikan penjelasan kepada masyarakat dan berusaha menjaga transparansi selama proses berlangsung.
Pengamat pendidikan menilai bahwa kasus yang terjadi di SMA Negeri 12 Makassar menjadi gambaran penting bahwa transformasi digital di sektor pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas server, kualitas jaringan, serta sistem pendukung lainnya agar pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap PPDB tahun ini, seluruh pihak berharap kendala teknis dapat segera diatasi sehingga proses penerimaan peserta didik baru berjalan lancar, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh calon siswa.
(Redaksi KLTV Indonesia)
iklan 1
iklan 2






